Bukan tidak ada alasan Andra membayarkan jajanan Icha, dia senang dengan kepribadian Icha. Sekilas, Icha mirip dengan Vanya, putri kesayangannya, yang manja, rajin, dan pintar. Saat minum kopi bersama Inka di café tadi, Andra sudah mengamati Icha turun dari mobil jeep mewahnya, dan berjalan menuju café. Andra menebak Icha pasti akan membeli minuman panas karena melihat Icha menenteng termos kecilnya. Andra lalu menghampiri penjaga café dan berkata bahwa berapapun Icha jajan, dia yang akan membayar. Di café Andra mengeluhkan sikap Siska yang melabraknya di depan apartemennya kepada Inka. Siska mempersoalkan Vanya yang makan mi instan saat menginap di apartemennya. Siska sudah mengharamkan makanan itu untuk Vanya, karena dia tidak mau Vanya makan makanan yang tidak sehat. “Lo bayangain gue

