Kamu...

967 Words

Icha tersentak kaget. Ketakutan mendengar suara laki-laki di belakangnya. Cepat-cepat dia memperbaiki celananya, dan berbalik menoleh. “Maaf, Pak. Maaf. Saya mohon jangan laporkan saya,” mohon Icha. Laki-laki tampan itu juga tampak terkejut dengan apa yang baru saja dia saksikan, seorang gadis mendesah pelan sambil menyentuh miliknya sendiri. “Kamu. Ngapain sampai melakukan ini?” Pria itu masih memandang heran dan ada perasaan jijik melihat Icha. Icha sadar apa yang dia lakukan adalah salah. Dia berlutut di depan pria itu, menundukkan kepalanya dalam-dalam, dan memohon agar pria itu tidak melaporkan perbuatannya ke orang lain atau mungkin pihak kampus. “Saya mohon, Pak. Saya mohon,” Icha menangis sejadi-jadinya. Tampaknya pria itu luluh dengan sikap Icha. “Saya baru satu kali, Pak.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD