Setelah menemui dosen pembimbingnya yang bernama Andra, Icha memutuskan pergi ke café dan membeli kopi panas latte yang dia masukkan ke dalam termos. Sambil membawa termos yang berisi kopi dan ransel di punggung, dia melangkah cepat menuju perpustakaan yang lokasinya tepat di depan café. Gadis itu terlihat berusaha menenangkan diri setelah mengetahui bahwa dosen pembimbingnya adalah pria yang memergokinya di perpustakaa, berharap Andra tidak mempersulit dirinya saat bimbingan. Sesampai di perpustakaan, Icha memilih tempat duduk yang nyaman di spot yang berbeda dari sebelumnya, tapi tetap saja dia memilih tempat yang sepi yang jarang sekali dilalui orang-orang, sesekali petugas perpustakaan melewatinya atau penjaga perpustakaan. Icha meletakkan laptopnya di atas meja dan membukanya. Dia m

