"Kasih kontaknya ke Papa. Akan ada proyek properti di Kalimantan Timur. Papa minta bantuan Papa kamu nanti." "Baik, Pa." Tarra menghela lega. Tidak menyangka akan begini akhirnya. Terbayang di benaknya wajah papanya, Frederick Hakiem, yang pasti sangat senang karena akan bekerja sama dengan pengusaha properti terkenal Baharuddin Muchtar. Apalagi memang saat ini papanya mengalami kesulitan keuangan, sampai-sampai harus menjual rumah mewahnya yang berada di kawasan elit Tangerang Selatan. Kesempatan itu pasti tidak akan disia-siakan papanya. *** "Kalo butuh apa-apa. Kamu hubungi Pak Husin." "Iya, Pa." "Papa sayang kamu." "Iya." Percakapan singkat antara Pak Baharuddin dan Gerrie saat melepas kepergian Gerrie dan Tarra menuju Jakarta. Awalnya Tarra dan Gerrie disarankan naik pesawat

