Buah Kesabaran

1100 Words

Terdengar bisik-bisik para pegawai rumah Baharuddin, ketika tubuh Gerrie diangkut beberapa orang menuju kamarnya. Ada Bu Kehlani Rasyid, Mama Gerrie. "Loh, bukannya dia sudah meninggal." "Udah tutup mulut saja. Kita nggak tau apa-apa, mending diam saja." *** Tarra duduk di sudut kamar Gerrie yang sangat luas. Duduk dengan wajah mendongak dan mata yang terpejam. Dia sangat letih. Pikirannya hanya Gerrie semata. Dia tidak ingin mengingat saat-saat Gerrie pingsan tadi. Gerrie kini sudah terbaring di atas tempat tidur. Terdengar suara paraunya menyebut mamanya yang ikut rebah di sebelahnnya. Anak ibu itu saling berpelukan. Melepas rindu. "Mama sebenarnya menginginkan kamu pulang, Rani. Tapi kamu tahu sendiri Papa kamu gimana. Mama juga nggak punya kuasa apa-apa," Mama Gerrie yang terbari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD