Pop mie sudah mendarat di depan Tarra. Mata Tarra sedikit mengisyaratkan bahwa memang dia tidak suka bahkan terkesan jijik dengan makanan itu. Gerrie dan Sogi tersenyum melihat reaksi Tarra tersebut. Dengan sabar Gerrie mengaduk-aduk mi sambil sesekali mengangkat gulungan mi ke atas mangkuk agar hawa panas mi segera hilang. "Nih." Gerrie menyuapi Tarra. Dan Tarra menyambutnya. Sogi yang melihat kegiatan Gerrie dan Tarra tersenyum geli. Pop mie pun sudah ludes dalam waktu tidak sampai lima menit oleh Tarra. "Lu lapar," ujar Gerrie sambil meremas rambut Tarra. Tarra yang manja lalu menyenderkan bahunya ke bahu Gerrie. Dia merasa sangat nyaman berada di sisi Gerrie. Tidak sampai di situ tingkah konyol Tarra. Sore harinya, truk Gerrie sudah hampir mendekati kota Palembang. Gerrie memark

