Aku dan Farhan duduk di kursi depan supermarket sambil menikmati es krim yang kami beli tadi. Dinginnya angin malam yang menembus sampai ke tulang membuatku merapatkan kembali bajuku yang agak tipis. Aku tidak mengira kalau Jakarta pada malam hari akan sedingin ini. “Kamu bilang ke Papa soal rencana ngelamar aku?” tanyaku pada Farhan. Laki-laki itu terlihat terkejut mendengar pertanyaanku. “Kamu tahu?” Aku menjawab dengan tenang sambil menjilati es krim di tanganku. “Aku tau dari Mama tadi. Mama bilang tahu dari Papa, memangnya Papa bisa tahu dari siapa kalo bukan kamu yang ngasih tau.” Farhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tersenyum kaku. “Papa bilang apa?” tanyaku penasaran. “Sesuatu yang biasa orang tua katakan pada orang yang mau menikahi anaknya. Intinya sesuatu itu baik.

