Aku kembali mematut penampilanku di depan cermin sambil mengingat lagi apa yang kurang dari penampilanku saat ini. Setelah dirasa cukup puas dengan riasan dan penampilanku, aku memberi sentuhan terakhir pada bibirku dengan memoles lipstik berwarna nude untuk memberikan kesan kalem namun tetap elegan. Mama melongok dari pintu kamar ketika aku hendak meraih slinbag yang tergantung di belakang pintu. “Kamu jadi pergi sama Farhan?” tanya Mama retoris. Alih-alih keluar dari kamarku ketika melihat aku yang sudah siap, Mama justru duduk di sisi ranjang, menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. Aku tahu ada sesuatu yang mengganjal dibenaknya, sesuatu yang ingin dipastikan kebenarannya langsung lewat mulutku. “Kali ini kamu serius, Nay?” Mama pasti trauma melihat hubunganku dengan Far

