“Kamu cantik hari ini.” Pak Farhan terang-terangan memujiku ketika dia menjemputku untuk dinner bersama. Wajahku memerah. Blush on yang kupakai bahkan tidak bisa menutupi rona merah pada pipiku. “Kita berangkat?” Aku mengangguk, menerima uluran tangan Pak Farhan yang mengajakku untuk bergandengan tangan. “Tumben Bapak ngajakin saya dinner di hari kerja.” Aku bertanya saat mobil Pak Farhan melaju meninggalkan halaman rumahku. “Memangnya kenapa? Ada yang salah kalau kita dinner di hari kerja?” “Ngga gitu, biasanya kan Bapak mengajak saya dinner hanya saat malam minggu, di hari-hari biasa bahkan Bapak jarang membalas pesan dan malah sibuk bekerja.” Pak Farhan tertawa menanggapi. “Saya ingin lebih mendekatkan diri lagi sama kamu.” “Maksudnya?” Bukannya dengan status kami sekarang Pak

