Untuk pertama kalinya Reindra menyaksikan sendiri proses persalinan normal seorang wanita. Sepanjang proses kontraksi, Reindra selalu menitikkan air mata. Ia melihat betapa menyakitkannya proses itu. Tubuh Ayunda sampai dipenuhi keringat. Tidak lama … OEEKK … OEEKK … Menggema suara tangis seorang bayi di ruangan itu. Bayi kecil berjenis kelamin laki-laki itu lahir dengan selamat dan sehat ke dunia. “Selamat ya, Pak, Bu. Bayinya laki-laki,” ucap bidan Novel. Ayunda dan Reindra tersenyum seraya bersamaan, “Selamat ya, Sayang … Kamu sangat luar biasa.” Reindra langsung mengecup kening Ayunda yang basah oleh keringat. “Wajahku berkeringat, Mas.” “Tidak apa-apa … Keringat ini adalah tetesan surga, Sayang,” jawab Reindra. Tiba-tiba wajah Ayunda yang tadinya tampak lega, kembali mengernyi

