Beberapa bulan sudah berlalu. Kandungan Ayunda semakin hari semakin membesar. Bahkan menurut prediksi dokter, hanya tinggal beberapa hari saja waktu untuk Ayunda melahirkan anaknya. Bayi yang diprediksi berjenis kelamin laki-laki itu tampaknya sangat sehat di dalam perut ibunya. Ayunda yang sebelumnya membuat s**u untuk dirinya, tiba-tiba tersandar ke dinding. Perutnya sakitm seolah hendak buang air besar. Ia teru menghela napas seraya memegangi perutnya. “Bu, ibu kenapa? Ya Allah, ibu sudah kesakitan ya? MBAK RENI, TOLONG … IBU SUDAH KESAKITAN.” Lastri berteriak. Hanya dalam hitungan detik, Reni pun sampai di dekat majikannya. “Ibu, apa ibu sudah merasakan sakit?” tanya Reni. Ayunda tidak mampu menjawab. Ia hanya mengangguk. Dahinya bahkan udah berkeringat. “Lastri, cepat hubungi ba

