Handoko tidak mau banyak bicara dengan Amanda. Baginya janji dengan Tina adalah mutlak tidak bisa dinegosiasikan lagi. Lagi pula memang Handoko sudah melupakan Amanda, baginya wanita itu hanya sebatas ibu dari Shiela. Dia meminta supirnya untuk lansung mengantar ke bandara, atas bantuan Wina sekretarisnya ia dapat terbang ke Singapura. Handoko tidak mau menunggu lama lama, malam ini dia ingin memeluk istrinya. Ketika pulang dari supermarket, betapa terkejut ketika dilihat Handoko sedang duduk santai di ruang tamu apartemen. "Lohh...kamu?? bukannya besok baru balik?" tanya Tina dengan heran. Handoko hanya tersenyum, lalu menepuk sofa disebelahnya meminta Tina untuk duduk disebelahnya. Setelah membereskan barang belanjaannya Tina duduk disamping Handoko. "Tumben" bisik Tina. Digengam t

