#22 Amanda vs Tina

1357 Words

"Kau sudah gila ya HANDOKO?" teriak Tina. Handoko tahu kalau istirinya sudah memanggilanya dengan nama lengkap artinya perang dunia akan segera terjadi. "Mam, aku tidak ada pilihan." jawab Handoko. Memang, Handoko tidak memiliki pilihan lagi. Baginya Nyawa Shiela adalah nomor satu. "Please..ini demi Shiela Mam." pinta Handoko. "No, Kamu tidak memikirkan perasaan aku? Aku juga sayang dengan Shiela, tapi ...tapi..hikss..hikss " Tina tidak mampu meneruskan kalimatnya. Perasaannya bercampur aduk antara kesal, sedih, marah. Handoko tidak ingin istrinya sedih seperti ini, dia mengerti perasaan Tina, sangat sangat mengerti. Penyesalan memang datang belakangan. Tapi memiliki Shiela adalah berkat dari Tuhan yang tidak dia sesali. Dan Handoko yakin Tina juga berpikiran yang sama. Diraih ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD