bab 27. usir dari rumah

856 Words

Setelah amukan Ze, semuanya diam dan Arif bergegas. Halaman rumah dengan pagar putih itu kini dipenuhi dengan kardus-kardus yang diikat asal-asalan dan tas plastik besar berisi pakaian. Ze menertawakan dirinya, mengapa ia bisa bodoh? Tak ada perpisahan yang dramatis dan tak ada pelukan terakhir. Yang ada hanyalah rasa benci yang pekat dan rasa malu yang mencekik. Arif tampak seperti pria yang baru saja kehilangan jiwanya. Arif mengangkut satu per satu barangnya ke dalam mobil bak terbuka yang ia sewa dengan sisa uang di dompetnya. Bu Ratri duduk di bangku teras dengan wajah yang mengeras, matanya menatap Ze dengan api kemarahan yang tidak padam-padam. "Puas kamu, Ze? Puas lihat Ibu luntang-lantung di usia tua begini?" semprot Bu Ratri saat Ze keluar hanya untuk memastikan mereka ben

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD