Seline terlelap bagai seorang malaikat di atas tempat tidur, dia memeluk bantal strawberry. Arya tersenyum simpul, dikecupnya kening Seline lembut dan sangat mesra. Siapa sangka anak kecil ini sudah mau memiliki anak kecil. Arya sangat berharap kali ini mereka akan segera memilikinya, bayi yang diidam-idamkan seluruh keluarga. Seline bergerak bangun, dia melenguh malas. Tapi begitu dia melihat Arya sedang menatap lekat, wajahnya tersipu. Sudah sekian lama jadi istri masa masih tersipu melihat suami. Arya tertawa lagi dengan sangat geli. "Sayang." Arya berkata. "Iya." Jawab Seline. Dia akhir-akhir ini sering mengantuk di siang hari. "Aku tidur terus ya?" "Dulu saja begitu, apalagi sekarang ditambah bawaan adik bayi." Seline tersenyum simpul, diraihnya tangan Arya dan di kaitkan

