"Deeka, Deeka, Deeka!" Aku masuk ke dalam kamar rawat Deeka dengan senyum lebar. "Apa, apa, apa? Calm down, Ra." Deeka sedikit terkekeh, karena aku terlihat begitu bersemangat. "Udah gue kirim!" "Apa yang dikirim?" "Naskah novel gue! Pengumuman masih bulan depan, sih. Tapi, gue optimis menang!" Deeka tersenyum. "Tumben banget optimis." "Iya, soalnya ada orang yang nyuruh gue untuk jangan pesimis." Aku menyengir, dan duduk di kursi dekat Deeka. "Wih, siapa cowok ganteng yang nyuruh lo itu? Gue penasaran," ujar Deeka tersenyum jail. "Masa lo nggak tahu?" "Nggak tahu, tuh." Aku terkekeh. "Dia memang nggak terkenal banget, sih." "Eh, gue terkenal!" Deeka protes, membuatku tambah tertawa. "Dasar narsis." Saat kami mengobrol, waktu terasa berlalu begitu cepat. Rasanya, secepat kedip

