Pemuda itu mengetuk-ngetuk tongkatnya pada lantai sembari menunggu Syahid yang datang menjemputnya di rumah sakit. Ia tadi minta tolong pada salah satu suster untuk menelepon sang kembaran dan memintanya segera datang menjemputnya. Ia pun menegakan tubuh saat mendengar suara motor yang familiar mendekat membuat ia sontak tersenyum samar. "Elo ngapain ke rumah sakit, ada yang luka?" Tanya Syahid tanpa basa-basi. "Enggak, tadi ngantar Athan yang lengannya luka." Jelasnya sudah berjalan mendekat ke arah motor. "Luka?" "Iya, tadi gue sama Yunna yang ngantar ke sini. Dan anak yang lukain ternyata satu kampus sama kita, Dirga," mendengar itu Syahid menaikan alisnya tinggi sembari menganggukan kepalanya paham. Sudah tidak kaget dengan tingkah gila orang itu. "Sekarang lo mau kemana? Langsung

