Jealous

1582 Words

Syahid berdiri di sisi ranjang dengan menatap dingin pemuda yang masih terbaring di hadapannya. Ia merasa heran sekaligus bingung, padahal ia sama sekali tidak mengenal orang ini. Kenapa juga ia yang harus susah-susah mengantar ke rumah sakit dan kini harus menunggunya juga. Hidup Syahid terlalu berharga setiap waktunya dan malangnya ia harus menetap di sana sampai keluarga cowok itu datang. "Sebentar lagi juga dia bangun, mas. Lukanya juga tadi sudah diobati dan diperban. Tidak ada luka serius, jadi tidak perlu cemas." Jelas salah satu suster yang datang mendekat. Syahid mengangguk saja, sebenarnya juga tak peduli. "Dia temannya mas ya?" Tanya suster masih belum beranjak. "Bukan," "Oh, adiknya ya atau kakaknya?" "Bukan," Suster memekik kecil dengan menutup mulut drama, "pa-pacarnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD