Dirga masih berdiri mematung di tempatnya dengan memandang tidak percaya ke arah Syahid yang baru saja melontarkan omongannya yang sama sekali tidak masuk akal baginya. Apalagi mengatakan kalau papanya yang telah mengakhiri hidup sang mama yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya. Bagaimana mungkin seorang suami bisa tega membunuh istrinya sendiri, dan terlebih lagi sang papa begitu sangat mencintai mamanya sampai Dirga sendiri mendelik risih karena kedua orang tuanya yang selalu sengaja memamerkan kemesraan padanya. “Gue bilang bokap lo yang ngebunuh mama lo,” ulang Syahid dengan tatapan yakinnya membuat Dirga berulang kali menggelengkan kepalanya tidak percaya. “Jangan terlalu naïf, bokap lo bukan manusia seperti orang kebanyakan. Jadi, jangan ngerasa heran kalau bokap lo bisa kepik

