Pagi itu hujan deras. Sesekali terdengar suara petir bersahutan di atas sana membuat beberapa orang yang mendengarnya terperanjat kaget. Tidak hanya itu, angin pun berhembus kencang sampai menyingkap tirai dalam ruangan yang tercium bau obat-obatan itu. Gadis yang masih terbaring di atas tempat tidurnya pun perlahan mengerjapkan matanya baru tersadar. Ia sontak memicingkan mata merasa silau dengan cahaya terang yang langsung mengarah ke arah matanya membuat ia secara naluri menghalaunya dengan tangan. Alisnya bertautan satu sama lain merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya, seperti kakinya tidak bisa digerakan. Tangannya terulur menyentuh tengkuknya merasa kedinginan dengan cuaca dingin itu. Ia tersentak kecil, baru tersadar kalau rambutnya kini tinggal seleher karena dipotong paks

