Riena mengernyitkan dahinya merasa tidak tenang, berulang kali melirik jam dinding pada kamarnya. Sudah jam sebelas kurang dan ketiga sepupunya juga belum balik sampai sekarang. Tadinya mereka pamitan keluar karena ada urusan yang dimana Riena tidak detail urusannya apa. Karena Syaqila tidak menjelaskan padanya dan hanya meminta tolong untuk menjaga Abba sebentar. Ia kembali bangkit dari tempat tidurnya sembari berjalan ke jendela, menyingkap tirai kamarnya dan melihat ke arah rumah di depan sana. Kendaraan pun tidak terlihat dan dipastikan mereka bertiga memang belum pulang sampai sekarang. "Gak ada apa-apa kan?" Gumam gadis itu cemas sendiri. "Kak Riena," Riena tersentak kecil dan langsung menolehkan kepala ke arah anak kecil yang kini terbangun dari tidurnya, "kenapa bangun? Tidur

