Alena makin melebarkan matanya kaget, masih dengan mulutnya yang dibungkam dengan tangan oleh pemuda di depannya ini. Ia berulangkali menelan salivanya kasar kembali mengingat ucapan orang di hadapannya ini. "Sekali lagi lo gerak, lo mati." Perkataan itu terus saja terulang dalam benaknya membuat Alena makin gemetaran dengan keringat dingin yang sudah membasahi pelipisnya. Ia perlahan bisa bernapas saat pemuda itu menarik tangan karena cowok tadi sudah tidak lagi berada di sana. Alena berdiri mematung dengan menggigit bibirnya takut, sosok di depannya ini begitu menyeramkan dengan kedua rambutnya yang menutupi mata. "Ja-jangan bunuh gue, darah gue pahit. Gue sering makan jeroan ayam sama kangkung jadi daging gue gak segar." Cerocos gadis itu asal membuat sosok di depannya menautkan ali

