📖 Bab 6 – Dunia yang Tak Pernah Kuduga

957 Words
Kembali ke rumah besar keluarga Mahendra bukan hal mudah bagi Alya. Kali ini, langkahnya terasa lebih berat dibanding malam pertama pernikahan mereka. Bukan karena rasa takut, tapi karena dia tahu segalanya kini nyata: kekuasaan, uang, tekanan, dan masa lalu Reyhan yang tidak pernah bisa sepenuhnya ia pahami. Reyhan menggenggam tangan Alya dengan erat saat mobil berhenti di pelataran rumah mewah berarsitektur klasik Eropa itu. Pilar-pilar megah menjulang tinggi, seperti simbol kekuasaan yang berdiri angkuh, menantang siapa pun yang merasa tidak pantas berada di dalamnya. “Kamu yakin?” tanya Reyhan pelan. Alya mengangguk, meski jantungnya berdebar kencang. “Aku harus yakin.” Mereka melangkah masuk. Di ruang tamu yang luas dan dingin itu, duduklah sosok yang selama ini hanya Alya dengar dari cerita Reyhan—Tuan Mahendra, sang pemilik imperium bisnis Mahendra Corporation. Wajahnya tegas, penuh wibawa, tapi sorot matanya menusuk tajam, seperti tak pernah percaya pada siapa pun. Di sampingnya duduk seorang wanita elegan bergaun hitam, tante Rina, adik perempuan Tuan Mahendra sekaligus penasihat bisnis keluarga. Tanpa basa-basi, Tuan Mahendra membuka suara. “Alya,” katanya datar. “Jadi ini menantuku yang diam-diam kau nikahi, Reyhan?” Alya membungkuk sopan. “Selamat sore, Ayah.” Tuan Mahendra tidak menjawab sapaan itu. Ia hanya menatap Reyhan. “Dan kau, Reyhan. Kau pikir menyembunyikan pernikahan bisa membuatmu lepas dari kewajiban sebagai penerus Mahendra Group?” Reyhan menatap ayahnya dengan pandangan mantap. “Saya tidak ingin hidup berdasarkan peta yang sudah Ayah gambar sejak saya kecil. Hidup saya, pilihan saya.” “Dan pilihanmu adalah wanita ini?” “Ya.” Tuan Mahendra mendesah. Ia berdiri dan berjalan perlahan ke arah Alya. Pria itu mengelilinginya, meneliti dari ujung rambut sampai kaki. Alya merasa seperti sedang dihakimi di ruang sidang. “Tidak ada latar belakang keluarga. Tidak ada pendidikan tinggi. Tidak ada nama besar,” gumamnya. “Kau pikir kau bisa bertahan hidup di dunia ini, Nona Alya?” Alya menatap langsung ke matanya, kali ini dengan penuh keberanian. “Saya tidak punya semua itu, Pak. Tapi saya punya tekad, dan saya tidak datang ke sini untuk menjadi orang kaya. Saya datang karena saya mencintai putra Anda.” Tuan Mahendra menyipitkan mata. “Cinta? Dalam dunia kami, cinta hanyalah komoditas.” “Ayah!” hardik Reyhan. Namun Alya tetap tenang. “Mungkin begitu di dunia Ayah. Tapi saya dan Reyhan ingin membangun dunia kami sendiri.” Tante Rina menepuk tangan pelan, seperti mengapresiasi keberanian Alya. “Berani juga mulut gadis ini,” katanya sambil tersenyum tipis. “Keberanian bukan kualitas yang bisa menyelamatkannya dari kegagalan,” balas Tuan Mahendra dingin. “Jika Reyhan memilihmu, maka dia harus keluar dari semua hak waris, saham, dan kendali atas perusahaan.” Alya terkejut. Ia menoleh ke Reyhan. Reyhan menggenggam tangannya. “Saya tidak peduli.” Tuan Mahendra kembali duduk. “Kita lihat berapa lama kalian bisa bertahan.” --- ♢ Hari-hari berikutnya Alya dan Reyhan tinggal di apartemen sederhana milik Reyhan sendiri di tengah kota. Ia telah menolak tinggal di rumah keluarga setelah ultimatum dari ayahnya. “Mulai sekarang, kita hidup dari usaha sendiri,” kata Reyhan sambil membuka laptop. “Aku punya beberapa saham minor dan bisnis kecil yang bisa kita kelola. Tapi itu artinya aku harus kerja lebih keras dari sebelumnya.” Alya duduk di sampingnya. “Dan aku tidak akan diam saja,” katanya. “Aku juga mau kerja.” “Kamu mau kerja di mana?” “Entah. Tapi aku punya ide.” --- Hari itu, Alya mulai menulis kembali. Bukan sekadar curahan hati seperti dulu di buku harian, tapi kisah hidupnya yang berubah drastis dalam hitungan minggu. Dari gadis warung menjadi istri seorang miliarder, dari hidup sederhana ke dunia penuh intrik. Ia menulis dan menulis, hingga larut malam. Cerita itu kemudian ia kirimkan ke beberapa platform menulis online—salah satunya, DreamInk, platform digital tempat cerita-cerita romantis sering viral. Tak disangka, cerita itu menjadi populer hanya dalam waktu satu minggu. Komentar-komentar bermunculan: > “Cerita ini seperti kisah nyata, bikin baper!” “Siapa sih penulis ‘Alya Mahendra’? Kayaknya dia tahu banget dunia orang kaya.” Reyhan tertawa ketika membaca itu. “Alya Mahendra?” Alya mencubit lengan suaminya. “Jangan iri. Itu hanya nama pena.” --- Dalam waktu satu bulan, Alya mendapatkan tawaran kontrak dari DreamInk. Mereka ingin mengubah kisahnya menjadi seri digital eksklusif. Dan lebih dari itu, beberapa brand mulai meliriknya sebagai wajah baru—karena pembaca mulai penasaran, “Siapa penulis misterius ini?” Namun tidak semua orang senang. --- ♢ Karina berdiri di depan cermin, wajahnya masam. Di layar ponselnya terpampang artikel online berjudul: > “Alya Mahendra: Dari Warung ke Panggung Digital” Ia melempar ponselnya ke sofa. “Gadis kampungan itu sekarang jadi seleb literasi?” gerutunya. Ia kemudian menghubungi wartawan kenalannya. “Aku punya skandal baru. Ingin eksklusif?” --- Sementara itu, Reyhan tengah mempersiapkan proposal untuk investor barunya. Ia ingin mendirikan perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi pendidikan, sebuah impian yang selama ini ia pendam karena terus dibayang-bayangi harapan ayahnya. Ketika ia pulang ke apartemen, Alya menyiapkan makan malam sederhana: sup jagung dan ayam goreng. “Makan malam kita hari ini bukan dari restoran mewah,” katanya sambil tersenyum. “Tapi ini yang terenak,” jawab Reyhan. Mereka makan berdua. Tak ada musik klasik, tak ada pelayan, tak ada wine mahal. Tapi ada kebahagiaan. Dan itu cukup. --- Namun malam itu juga, Reyhan menerima panggilan dari seorang sahabat lamanya. “Rey, kamu lihat berita gosip terbaru belum?” Reyhan membuka ponsel. Di sana terpampang headline menggemparkan: > “Istri Pewaris Mahendra Terlibat Skandal Plagiarisme dan Pernikahan Palsu” Alya datang dari dapur, membawa puding. Melihat wajah Reyhan yang tegang, ia tahu sesuatu sedang tidak beres. “Ada apa?” Reyhan menunjukkan layar ponsel. Wajah Alya pucat seketika. ---
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD