📖 Bab 2 – Suami Penuh Rahasia

648 Words
“Maaf, aku belum sempat bilang... siapa aku sebenarnya.” Alya mematung. Ucapannya barusan seperti palu besar yang menghantam kepalanya. Tangannya masih menggenggam keranjang belanja, tapi jantungnya berdetak kencang seperti habis berlari. “Siapa... kamu sebenarnya?” tanyanya, suara bergetar. Reyhan menatapnya dalam. Pria itu tidak lagi seperti suami pendiam yang tidur di lantai kamar kontrakan. Ada aura berbeda dari tubuhnya—dingin, kuat, dan memancarkan kekuasaan yang tak bisa disembunyikan lagi. “Aku bukan Reyhan sopir freelance. Namaku... Reyhan Arga Mahendra. Putra kedua dari Mahendra Group. Aku pewaris tunggal perusahaan milik ayahku.” Alya terdiam. Mulutnya terbuka sedikit, tapi tak ada suara keluar. Mahendra Group? Nama itu tidak asing. Itu perusahaan yang sering disebut di berita ekonomi nasional, yang memiliki cabang hingga luar negeri. “Kamu... kaya?” tanyanya pelan, hampir berbisik. Reyhan mengangguk. “Terlalu kaya. Sampai aku muak hidup di tengah mereka.” Alya menghela napas tak percaya. Dunia seperti jungkir balik. Suaminya, yang setiap hari makan tahu tempe bersamanya, ternyata adalah miliarder? “Kenapa... kamu nggak bilang dari awal?” Reyhan menghela napas, lalu menunduk. “Karena aku ingin menikah sebagai orang biasa. Bukan sebagai pewaris kekayaan, bukan sebagai boneka keluarga. Aku ingin tahu... seperti apa rasanya dicintai tanpa embel-embel uang, tanpa kekuasaan.” Alya terdiam, dadanya sesak. “Jadi aku ujian buat kamu?” gumamnya getir. “Bukan begitu.” “Lalu apa?” Reyhan maju satu langkah. “Alya, dari semua perempuan yang pernah aku temui, kamu satu-satunya yang nggak pernah minta apa-apa dariku. Bahkan saat jadi istriku, kamu tetap mandiri, tetap kerja, tetap kuat.” Alya menoleh, matanya mulai basah. “Tapi kamu bohong...” “Aku cuma menunda kebenaran.” “Itu tetap bohong.” Reyhan terdiam. Tatapannya penuh penyesalan. “Aku nggak tahu harus mulai dari mana. Tapi aku janji, aku akan perbaiki semuanya.” --- Malam itu, untuk pertama kalinya, Alya menangis dalam diam di balik pintu kamar mandi. Bukan karena Reyhan kaya. Tapi karena hatinya terasa disayat. Seolah dia baru sadar, dirinya hanya figuran dalam dunia Reyhan yang penuh sandiwara. --- Keesokan harinya, Alya bangun dengan mata bengkak. Reyhan sudah duduk di ruang tamu kecil sambil mengetik sesuatu di laptop tipisnya. Laptop yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. “Kita harus bicara,” kata Reyhan, tanpa menoleh. Alya berdiri diam di depan pintu kamar. “Aku akan kembali ke Jakarta. Ayahku memanggilku untuk rapat dewan direksi. Dia tahu aku menikah. Dan dia... marah.” Alya mengerutkan kening. “Apa salahku?” “Tidak ada. Tapi menurut mereka, kamu tidak pantas.” Alya menunduk. “Lalu kamu akan ikut mereka?” Reyhan berdiri. “Aku tidak akan melepaskan kamu.” “Reyhan... aku cuma cewek biasa. Kamu anak orang kaya. Aku bahkan nggak punya ijazah kuliah. Aku cuma kerja di warung kopi.” Reyhan maju, menggenggam tangannya. “Justru karena kamu biasa, aku bisa bernapas. Aku bisa jadi diriku sendiri.” Alya menatapnya, bingung, terluka. “Tapi kamu bohong... dan kamu tinggalin aku tiga minggu,” bisiknya. Reyhan menghela napas. “Aku takut. Aku takut kamu pergi kalau tahu siapa aku sebenarnya.” --- Hari itu, Reyhan benar-benar pergi. Tapi sebelum pergi, ia memberikan sebuah kartu ATM. “Isi tabungan ini untukmu. Kamu berhak.” Alya menolak. Tapi Reyhan menaruh kartu itu di atas meja makan, bersama secarik kertas. > "Kalau kamu masih mau jadi istriku setelah semuanya... datanglah ke Jakarta. Aku akan menunggu." --- Tiga minggu kemudian. Alya tidak pernah menyentuh kartu itu. Tapi pikirannya terus kembali pada Reyhan. Pada tatapannya. Pada kejujurannya yang datang terlambat. Pada rasa nyaman yang mulai tumbuh... sebelum dihancurkan kenyataan. Sampai suatu hari, saat sedang menyapu halaman, Alya melihat berita di TV warung sebelah: > "Pewaris Mahendra Group, Reyhan Mahendra, dikabarkan terlibat konflik perebutan posisi CEO dengan kakak kandungnya, Karina Mahendra. Sementara itu, istrinya yang baru dinikahi secara diam-diam masih menjadi misteri..." Alya tertegun. > Istri yang menjadi misteri itu... aku? ---
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD