Malam Kedua

1008 Words

Kenzo dengan tegas menolak usulan Inggar. Bukan ia tidak mau tinggal di apartemen milik Inggar. Ia hanya tidak mau terus-terusan jadi bahan hinaan dan sindiran wanita yang kini sudah sah berstatus menjadi istrinya. "Kita tinggal di rumah yang sudah aku siapkan. Ingat, kita sekarang sudah sah jadi sepasang suami istri. Dan tugas istri, adalah menuruti dan mengikuti kemauan suaminya!" ujar Kenzo, memalingkan wajahnya ke arah stir mobil. Inggar yang baru saja membuka mulutnya ingin protes, terpaksa kembali mengatupkan bibirnya dan diam menuruti kemauan Kenzo. Mobil melaju cepat, jarak dari kantor agama ke rumah milik Kenzo lumayan jauh, membuat Inggar yang sudah merasa bosan sampai tertidur di dalam mobil. "Dasar tukang tidur, belum juga sampai, sudah tidur aja," gumam Kenzo pelan, membelo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD