Inggar mengambil tempat duduk di depan Kenzo. Keduanya saling duduk berhadapan. Suasana sekitar rumah yang begitu menenangkan, membuat Inggar tidak sabar ingin menyantap sarapan paginya. "Kalau mau makan itu berdoa dulu!" celetuk Kenzo. Sendok dan garpu yang ada di tangan Inggar diletakkan kembali. Kedua telapak tangannya terangkat, sedetik kemudian diusapkan pelan ke wajah. "Makanan ini aman kan?" tanya Inggar. Ekspresi Kenzo yang tadinya biasa saja, kini berubah kesal. "Memangnya kamu pikir, aku mau meracuni makanan kamu? Aku tidak sebodoh itu mau berurusan dengan kepolisian. Apa tadi malam saat memakan masakanku, kamu keracunan? Tidak kan? Buktinya kamu masih bernafas, sehat dan menyebalkan pagi ini," "Ya, aku kan cuma bertanya. Tidak ada salahnya bertanya. Malu bertanya sesat di

