Rumah Tua

1531 Words

“Sekarang mendingan kita coba jalan aja dulu deh.” Andrea mengamati sekitar. Jelas, mereka tanpa sadar benar-benar sudah jauh dari tali pembatas. Dan sial, pekat malam benar-benar menelan mereka dalam rerimbunan hutan. Mendadak ia menyesali sikap penasarannya. Andrea terlalu gegabah, hingga lupa memikirkan konsekuensi yang mereka terima. Padahal, malam sebelumnya dia sudah mengalami hal yang aneh dengan anak-anak itu. “Kira-kira kita bakalan dihukum apa ya kalau sampai pagi belum balik ke kamp?” ujar Dilan pelan. “Entahlah, mungkin tahun depan kita harus ikut kegiatan ini lagi? Siapa yang tahu.” Dilan bergidik. Siapapun yang sudah mengalami kegiatan ini pasti tidak akan mau mengulanginya. Terlebih, bagi Dilan dan Andrea yang di malam pertama mereka menginjakkan kaki kemari telah menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD