Alfa mengusap wajahnya, dengan tangan yang berlumuran darah. Tatapan matanya begitu dingin, tidak ada ekspresi apapun yang tampak usai ia menusukkan pisaunya dengan sekuat tenaga ke perut Gerald. Gerald meninggal seketika—atu setidaknya itulah yang mereka yakini karena Gerald benar-benar tidak bergerak atau bernapas. Belum lagi, selain tusukan akhir itu Gerald sudah mendapatkan berbagai luka dari penyiksaan Alfa padanya. Tubuhnya sendiri sudah benar-benar lemah sebelum Alfa membunuhnya. “Sudah kukatakan aku akan melayani kalian satu-satu, tapi sepertinya kalian memang tidak sabaran huh?” Alfa berjalan pelan-pelan. Baik Johan mau pun Andrea secara reflek memundurkan kakinya. Adegan penusukan itu benar-benar secara nyata berada di depan wajah mereka, dan demi apapun mereka tidak bisa meragu

