Bagian Dari Kenangan (1)

1573 Words

“Mendingan kita saling jujur deh, kamu juga mengalami hal kayak gini ‘kan sebelumnya?” Johan menatap Andrea lekat. Setelah apa yang terjadi semalam, tidak ada alasan bagi mereka untuk saling menutupi apa yang terjadi. Terlebih, jika seluruh peristiwa itu benar-benar sulit dijelaskan secara logis. Andrea mengangguk lemah. Johan mengusap wajahnya. Bisa-bisanya Andrea tidak mengatakan apapun soal ini. Johan berhari-hari berpikir jika dirinya hanya sekadar berhalusinasi karena efek terlalu kepikiran. Ia sama sekali tidak mengira jika Andrea juga mengalami hal yang sama. Mana ada halusinasi yang sama terjadi kepada dua orang yang berbeda. Jika mereka berdua tidak gila—yah, setidaknya Johan masih yakin dirinya waras, maka memang semua yang terjadi adalah kebenaran. “Sial, Re. Kenapa nggak ngom

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD