“Saya panggilkan Nyonya dan Tuan dulu, Gerald tolong jaga Tuan Muda sebentar ya.” Pelayan itu tampak sangat panik, dan Gerald hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia memang tidak terlalu suka melihat luka. “Alfa, tanganmu nggak sakit?” Alfa menggeleng, ia bahkan menekan-nekan ujung jarinya sendiri. “Aku benar-benar nggak ngerasain apa-apa.” Jawabnya pelan. Namun berbanding terbalik dengan kalimatnya, justru wajah Alfa tampak semakin pucat seiring dengan darah di ujung jemarinya yang terus keluar bercampur bersama lumpur bekas mereka bermain. Orang tua Alfa datang tak lama setelahnya. Hanya ibunya yang datang, wanita itu tampak sangat panik dan menarik Alfa dalam pelukannya. Ia bahkan membentak pelayannya dan menyuruh pelayan itu untuk segera menyiapkan mobil agar mereka bisa segera ke ruma

