Wajah Alfa memerah marah, ia maju ke depan, menarik paksa kerah baju Andrea. Dilan melotot terkejut, Andrea dalam hati sebenarnya juga tidak menyangka jika Alfa akan segampang ini marah hanya karena perkataannya. Berhubung situasinya pun sudah seperti ini, Andrea tidak bisa mundur lagi. Ia mencengkram pergelangan tangan Alfa, berusaha melepaskan cengkramannya. “Apaan lo?” desis Andrea kesal. Ia berusaha keras melepaskan cengkraman Alfa di kerah pakaiannya, tapi sepertinya tak mudah. Kedua bola mata Alfa menatap lurus padanya, menyorot tajam. Andai tatapan bisa membunuh, mungkin sekarang Andrea sudah terkapar tanpa nyawa dengan badan bolong-bolong. Tapi jelas semua itu hanyalah imajinasinya belaka. Dilan berusaha menarik badan Alfa untuk melepaskan cengkramannya di kerah pakaian Andrea. M

