“Gue tau lo teman dekatnya Alfa, Lan. Tapi please, jangan sampai lo ngomong apapun soal gue ke dia. Ngerti?” Dilan mengangguk. Tidak ada yang bisa ia bantah dari permintaan—atau lebih mirip seperti perintah yang dikatakan Andrea. Dirinya sendiri memang tidak berniat untuk mengatakan apapun kepada Alfa. Dilan hanya berusaha senetral mungkin. Memang, permasalahan ini seolah tidak ada sangkut-pautnya dengan dirinya. Tapi jika ditilik lebih dalam, semuanya berawal dari pertemuan Dilan dengan Andrea di sekolah, lalu Alfa yang tiba-tiba tampak tidak suka kepada Andrea tanpa alasan yang jelas. Jujur, Dilan juga mencurigai Alfa meski ia tidak mau. Bagaimana pun, Alfa adalah sahabatnya sendiri. Tapi melihat bagaimana tingkah Alfa juga benar-benar mengganggu pikirannya. “Aku ‘kan sudah bilang kala

