Angel duduk di pinggir kasurnya, ia masih memikirkan kejadian tadi sore, bisa bisa nya Alvaro mengatakan cinta kepada Angel, padahal Alvaro tau kalau Angel sudah punya pacar yaitu Adam, dan Angel yakin kalau Adam sangat mencintai nya, dan gak mungkin Adam meninggal kan nya karena Angel adalah wanita yang dicintai nya.
"Apaan sih Alvaro, buat aku bingung, bisa bisa nya dia nembak aku, kan aku udah punya Adam" gerutu Angel
"Ahhh mending aku tidur ajalah. Tapi gak bisa tidur, ini semua karena Alvaro" lanjut Angel sambil tidur di kasur kesayangan nya itu
Angel memejamkan matanya, lambat laun akhirnya ia terlelap tidur dengan nyenyak, tanpa memikirkan bagaimana esok iya ketemu dengan Alvaro, pura pura gak liat kah, atau pura pura dengan kejadian itu?.
*
"Kenapa coba tadi aku ngomong gitu sama Angel, kalau dia menghindar gimana. Duh bodoh banget sih kau Alvaro" ucap Alvaro berdiri di depan balkon kamar nya, lalu ia pergi ke kasurnya. Alvaro memejamkan mata nya tetapi saat ia memejamkan matanya ia terbayang akan kejadian tempo waktu.
"Udah Alvaro, mending kau tidur aja, atau chat Angel, kasih tau kalau tadi cuma main main" ucap Alvaro pada diri sendiri
"Tapi gak mungkin" Alvaro akhirnya tertidur karena ia stres dengan kelakuan nya sendiri.
*
Pagi pagi Angel bangun jam 5 tepat, ia siap siap untuk menulis karya karya nya
"Duh, kenapa masih kepikiran sih, kan udah lama juga, Alvaro emang bisa banget buat anak orang bimbang" ucap Angel sambil mengambil minuman di dalam kulkas
"Kenapa sayang? Apakah itu Adam?" Ucap bunda nya dari belakang Angel
"Bukan siapa siapa Bun, bunda mau masak apa hari ini?" Tanya Angel duduk di kursi makan, ia memang mengalihkan topik, karena bunda nya kalau kepo sama orang pasti kepo banget harus tau orang nya yang mana.
"Anak bunda mau makan apa?" Tanya bunda Angel balik
"Angel mau makan apa aja yang penting bunda yang masak"
"Angel ke kamar ya Bun, nanti kalau udah masak panggil Angel" lanjut Angel yang menaiki tangga, yang di jawab bunda Angel dengan senyuman nya tulus.
*
"Hari ini jalan gak ya sama Angel"
"Gak usah aja deh, lagian aku kan sibuk"
Adam kembali berkutat dengan laptop nya, sejujurnya iya benar benar sibuk dengan pekerjaan nya, dia juga bingung harus mau ngomong apa sama Angel, karena gak ada yang sangat penting bagi pekerjaan nya, bagi Adam pekerjaan lebih penting daripada perasaannya. Perasaan itu bisa datang karena terbiasa sedangkan karir harus di kejar sampai dapat.
*
"Angel, ini makanannya udah selesai"
"Angel"
Angel keluar dari kamarnya, ia melihat kedua orang tua nya lagi makan
"Iiih apaan sih ayah sama bunda, teriak teriak manggil Angel, kan Angel tadi lagi sibuk"
"Kau itu belum makan Angel, sekarang kau makan sudah itu makan obat vitamin nya biar gak sakit, kalau sakit siapa yang repot"
"Dengari kata ayah Angel, ini demi kebaikan diri mu sendiri"
"Iya ayah bunda, Angel kan lagi makan" ucap Angel sambil makan masakan buatan bunda nya itu
"Enak banget sih masakan bunda"
"Siapa dulu, istri ayah gitu dong"
"Siapa dulu bundanya Angel dong"
"Apaan sih kalian, cepat makan"
Ayah Angel dan Angel hanya mengangguk kan kepalanya nya
*
"Kok aku lapar ya?"
"Makan di restoran aja lah"
Alvaro pergi menggunakan mobil kesayangan nya itu, ia pergi ke restoran yang ada di dekat tempat nya, karena ia benar benar sudah kelaparan
"Mbak saya pesan sushi nya satu ya" pesan Alvaro, dari kejauhan ia melihat ada seseorang wanita yang mendekat kan dirinya, dan orang itu adalah pelayan tersebut sambil membawa pesanan Alvaro
"Terima kasih" ucap Alvaro dan langsung memakan makanan nya dengan lahap
Selesai makan Alvaro mengambil hp nya ia melihat foto Angel yang sedang tersenyum, melihat itu semua hatinya ikut tersenyum, hatinya luluh seakan akan ada yang datang kepadanya sambil mengucapkan aku cinta kau
"Angel Angel, kenapa kau begitu cantik, andai kau pilih aku dari pada si Adam itu, pasti hati mu bahagia tanpa memikirkan apapun," ucap Alvaro sambil berdiri, ia pergi ke kasir lalu membayarkan pesanan tadi. Alvaro pergi ke tempat nya semula, ia mulai berkutat dengan laptop nya, ia mulai mengerjakan pekerjaan nya tapi isi otaknya pergi ke arah lain, otak Alvaro sedang memikirkan Angel, Alvaro tidak tau perasaan nya kepada Angel, apakah ini cinta atau ini hanya hayalan nya saja. Karena bagi Alvaro cinta itu harus di dasari oleh kedua orang bukan hanya seorang.
"Kayak nya aku harus pergi deh, tapi kemana? Ahh pergi kemana aja lah" ucap Alvaro dengan kunci mobilnya itu, ia sudah memutuskan untuk pergi yah walaupun gak tau arah tempat nya yang penting ia sudah pergi untuk menghilangkan stres dengan pekerjaan dan cinta nya itu
"Itu Angel bukan ya? Kenapa coba dia sendiri di tengah jalan mana sambil melamun lagi" ucap Alvaro dengan kebingungan, Alvaro berhenti di depan Angel
"Angel" Angel yang merasa dipanggil langsung menoleh, ia kaget kenapa coba ada Alvaro di sini, atau itu hanya halayan nya saja
"Masuk" ucap Alvaro sambil membukakan pintu mobilnya, sedangkan Angel hanya menurut dan langsung duduk di samping Alvaro
"Kenapa kau jalan sendirian sambil melamun?" Tanya Alvaro yang sekali kali melihat ke arah Angel dan ke arah depan untuk memastikan saja
"Kepo banget sih"
"Kau mau kemana, pulang atau gimana?" Ucap Alvaro
"Tadi aku mau ke taman, tapi kau tiba tiba datang, ngajak aku gak tau kemana"
"Makanya Angel tadi aku nanya tujuan kau mau kemana, kau nya gak jawab, malah melamun"
"Ohh aku tau, kau pasti lagi mikiri aku kan?" Tanya Alvaro dengan muka yang sangat pd
"PD banget sih Alvaro, yang ngajarin siapa sih, lagian nih ya aku kan udah punya pacar ngapain juga aku mikiri kau" ucap Angel, sejujurnya ia benar lagi memikirkan Alvaro, karena jujur bisa bisa nya Alvaro biasa aja sedangkan ia memikirkan terus semenjak kejadian itu, ia sangat kesal terhadap Alvaro
"Aku emang ganteng Angel, kalau aku dekat sama wanita cantik lain nya, pasti langsung terpesona" kata Alvaro
"Aku enggak" jawab Angel
"Emang kau cantik, kan aku bilang tadi wanita cantik" ucap Alvaro sambil terkekeh pelan
"Ihh apaan sih Alvaro, kan aku emang cantik" jawab Angel dengan sinis
"Sekarang yang PD coba?" Tanya Alvaro yang kini sudah tertawa pelan
"Seterah" jawab Angel sambil turun dari mobil Alvaro, karena Angel sudah turun di depan rumah nya, rencananya pun gagal karena Alvaro, seharusnya iya sekarang di taman tapi gak jadi dan sekarang ia di rumah.
$$$
"Bun ayah kita jadikan liburan ke Bali sekalian mau liat perkembangan toko di sana"
"Aduh sayang, kau aja yang pergi ya, bunda dengan ayah ga bisa ikut"
"Kok gitu, janji nya apa, kan bunda ga kemana mana" ucap Angel sedikit tidak mau mengerti keadaan orang tua nya.
"Bunda mau nemenin ayah ke luar kota"
"Kau ajak Rose sama teman teman mu"ucap ayah Angel.
"Tapi kan Angel nya mau liburan sama ayah bunda, emang kapan lagi, bulan depan" ucap Angel mengerutkan keningnya
"Iya maaf ya bunda sama ayah sama sekali ga bisa ikut, ga papa kan"
"Yah udah ga papa, tapi lain waktu kita pergi sekeluarga" ucap Angel lari meninggalkan kedua orangtuanya di ruang tamu.
"Angel mau kemana, ke sini dulu kamu" ucap bunda nya Angel.
"Mau ngapain lagi" ucap cemberut Angel
"Kamu manja sekali putri ku" ucap ayah Angel sambil memainkan rambut putrinya dengan lembut.
"Ayah jangan gitu, rambut Angel jadi berantakan, Angel sudah susah-susah benarin rambut dari jam lima subuh tau ga" ucap Angel sambil memonyongkan bibirnya.
"Hahahahahaah" ketawa pecah milik ayah .
"Kau kalau ke Bali hati hati ya" ucap bunda nya.
"Bunda kenapa nangis, Angel ga papa kok liburan sendirian kan ada Rose" ucap Angel dengan mata berkaca kaca
"Hah?" Ucap bunda bingung dan air matanya masih melekat.
"Bunda ga usah nangis nanti ayah akan minta cuti" ucap ayah merasa bersalah
"Hahahaha bunda nangis bukan karena itu, tapi karena nonton suara hati istri sedih banget" ucap bunda.
Srot
Bunda membuang ingus di kain berwarna hitam.
"Bunda itu kan kemeja kesayangan ayah" ucap ayah nya frustasi
"Hahahahahaah bunda ada-ada aja" ketawa Angel.
"Bunda ga tau nanti bunda cucikan"
Ucap bunda sambil tersenyum kecil.
*
"Rose!"
Siapa sih pagi-pagi udah ada yang datang, apa cicilan mama? Tapi seingat ku ga ada cicilan, mama pasti bayar langsung lunas, tapi siapa ya g datang? Kayak nya ngeri yang datang sampai-sampai teriak, padahal kan ada tombol bunyi. Batin Rose yang tidak ada niatan mau membuka pintu rumah nya.
"Rose!!" Ucap suara wanita yang serak
Bukain ga ya, nanti kalau aku bukain ternyata orang jahat mana aku lagi sendirian batin Rose lagi.
"Rose bukain pintu nya ini Angel, kau ga ada niatan bukain pintu untuk aku!" Teriak Angel.
"Kau yang datang, aku kira orang jahat tau ga rentenir"
"Iya iya lah aku siapa lagi coba kalau bukan aku, masa kau lupa sama suara aku" ucap Angel langsung menerobos masuk tanpa di suruh oleh Rose.
"Suara kau beda, makanya aku ga kenal hahaha" ucap Rose
"Aku lagi sakit peradangan" ucap Angel sambil meminum air es di kulkas Rose
"Eits katanya sakit peradangan tapi minum air es, ga boleh" Rose langsung mengambil air es yang sudah di minum sedikit oleh Angel itu mengakibatkan tumpah di baju Angel.
"Aaaau dingin"
"Siapa suruh minum es, sekarang sana ganti baju aku"
"Ga mau"
"Ganti nanti kau masuk angin, terus siapa yang repot? Ya orang tua kau lah" ucap Rose.
"Kayak ga tau aku aja kau, biasanya juga kebal dari air"
Rose lupa kalau misalkan Angel benar-benar tidak akan masuk angin, setiap main hujan mandi pantai ia tidak mengganti bajunya sampai-sampai baju yang ia gunakan keris sendirinya.
"Kau ngapain kesini ada masalah apa" ucap Rose.
"Ga ada masalah cuman ada kabar bahagia aja" ucap Angel sambil duduk di meja makan
"Kabar apa itu" ucap Rose penasaran.
"Nanti aja aku mau makan, tadi belum sempat makan"
"Makan tinggal makan"
"Wah enak ni sayuran hijau segar" ucap Angel langsung mengambil piring nasi.
"Cepatan duduk" perintah Rose yang tidak sabaran kabar gembira yang di maksud oleh Angel sahabatnya itu.
"Sabar kali aku ga kemana mana kok" ucap Angel sambil berjalan menuju duduk di meja makan tepat di hadapan Rose.
"Kabar gembiranya itu adalah aku mau ngajak kau liburan ke Bali" ucap Angel teriak dan dengan refleks Rose menutup telinga nya beruntung tetangga nya lagi pergi jadi tidak ada kesalahpahaman.
"Bisa ga sih ga usah teriak" ucap Rose
"Kau ikut kan" ucap Angel menghentikan makannya menunggu jawaban dari Rose
"Ya ikutlah kapan lagi bisa jalan jalan ke Bali barengan sama kau"ucap Rose bersemangat.
"Kapan kita pergi nya?"
"Besok" ucap Angel menyelesaikan makanannya.
"Nanti aja nyuci nya"
"Hahaha itu yang aku tunggu-tunggu dari kau Rose" ucap Angel
"Sini cepatan kita berencana dulu" Angel langsung menuju tempat duduk nya seperti semula.
"Oiya Adam ikut ga?" Tanya Rose.
"Enggak, dia ga bisa ikut katanya lagi sibuk" ucap Angel lesu
"Ga papa kita berdua yang pergi biar ga ada yang bucin haha" ucap Rose mencoba mengembalikan ceria nya Angel.
"Iyaaaa" teriak Angel dan seperti biasa yang di lakukan Rose menutup telinga nya.
*
"Wah Bali indah banget sih, pengen tinggal di Bali" ucap Rose
"Sama"
Angel dan Rose menginap di hotel dekat wisata pantai. Mereka sampai di Bali jam setengah lima
"Ya udah aku mau lihat lihat sekeliling dulu"
"Aku ga ikut aku mau istirahat, jangan lama-lama udah mau magrib" ucap Angel sambil merenggangkan kedua tangan nya.
Angel memutuskan tetap di hotel.
Aku akan melihat sunset senyum Angel terbit.
"Wah indah banget sunset di pantai ini" kagum Angel.
Angel menatap matahari yang sedikit lagi terbenam, ia melihat sambil berjalan pelan, mengagumi keindahan alam.
Bruk
Angel menabrak seseorang lelaki yang berbadan tegap.
"Ma-maaf ga sengaja" ucap Angel menundukkan kepala.
"Ga papa ga sakit kok" mendengar jawaban itu lagi-lagi ia seperti pernah mendengar suara itu. Angel langsung mendongak kan kepala nya dan melihat siapa yang di hadapan nya itu.
"Angel"
"Alvaro"
"Kau ngapain di sini" ucap Alvaro
"Yang seharusnya nanya itu aku, kamu ngapain ke sini, apa jangan-jangan kau ngikutin aku?" Ucap Angel curiga
"Hahaha si-siapa juga mau ngikuti kau, ak-aku ke-kesini ada kerjaan" ucap Alvaro gugup, karena ia tau kalau misalkan Angel pergi liburan ke Bali bersama Rose.
"Oh" ucap Angel singkat.
"Liat deh mataharinya mau hilang" ucap Alvaro, dia bentar lagi pergi tapi bentar lagi datang kembali" ucap Alvaro, mendengar tuturan itu Angel menatap lekat muka Alvaro.
"Udah sana pulang jangan lupa istirahat" ucap Alvaro sambil memencet hidung Angel.
"Auuu"
"Bye"
Mereka di Bali sekitar seminggu lamanya.
Sejak di Bali Angel dan Alvaro sering bertemu kadang mereka pergi jalan jalan menyelusuri jalan melihat matahari terbit sampai tenggelam, Rose? Dia juga ikut kok, ia mereka bertiga, walaupun begitu bagi Alvaro itu adalah kesempatan dua kali lipat, ya karena pertama dia bisa mendapatkan hati Angel dan kedua dia akan lebih dekat dengan Rose biar hubungan nya nanti di restuin sama Rose.
$$$
"kemaren kemana? Kok aku telpon aku SMS gak di balas?" Tanya Adam agak emosi
"Aku jalan rose" jawab Angel singkat
"Berdua?" Tanya Adam lagi
"Iya, percaya deh sama aku" kata Angel sambil menggenggam tangan Adam, sambil tersenyum tulus
Adam melihat mata Angel, tidak ada kebohongan, dan Adam percaya kepada pasangan nya itu
"Iya aku percaya, tapi besok besok kalau mau pergi itu izin dulu sama aku,terus hp nya diaktifkan" jelas Adam
"Apaan sih dam, kita kan baru pacaran, lagian aku gak bakalan selingkuh, karena itu bukan sifat aku" jawab Angel sinis
"Iya, besok kita jalan mau?" Tanya Adam kepada Angel
"Yah udah, awas aja PHP" jawab Angel
"Enggak kok sayang, gak mungkin aku PHP in kau, kan aku sayang banget sama Angel" ucap Adam dengan percaya diri, padahal Angel sudah bosan mendengarkan kata kata Adam yang hanya bisa di mulut doang, kalau mewujudkan nya itu sangat susah dan terkadang pun ia melupakan nya dengan sesaat
"Oke, udah kan gak ada yang mau di omongin lagi? Kau bisa pergi dari rumah ku, aku mau istirahat" ucap Angel sinis, karena memang Angel sangat lelah, aturan ia pulang dari liburan itu harus istirahat bukan di introgasi seperti ini, Angel merasa ia adalah buronan yang wajib di introgasi
"Oke, sampai ketemu besok Angel, i love you" ucap Adam
"Too"
Adam pergi dari rumah Angel, Adam langsung ke rumah Lisa, karena ia sudah berjanji bakalan makan malam di rumah nya
"Adam kok lama banget sih, kan aku udah nungguin dari tadi, pasti kau ketemu dengan Angel kan?" Tanya Lisa dengan lesu
"Iya aku ke rumah Angel sebentar" jawab Adam dengan sinis
"Ngapain? Kau lupa hari ini kan kita makan bersama" ucap Lisa kesal, aturan ia dan Adam harus tenang berdua gak ada satu orang lagi, tapi mood Lisa hancur karena satu penghalang
"Aku ingat makanya aku ke sini" jawab Adam tanpa berkata kata ia langsung duduk di kursi meja dan memakan yang ada di atas meja
"Gimana enak kan masakan nya, ini aku loh yang masak" kata Lisa denga bangga, sedangkan yang di beri pertanyaan hanya mengangguk sambil melanjutkan makanan nya. Sejujurnya Adam tidak bohong, makanan yang di masak oleh Lisa ini benar benar enak dan ini sangat enak
"Oke, sekarang kau makan, kau mau kemana habis ini?" Tanya Lisa sambil duduk tepat di depan Adam
"Aku gak kemana mana, aku bakalan ke rumah dan istirahat karena aku besok aku mau jalan bersama Angel" jawab Adam
"Coba gak ada Angel di dunia ini" kata Lisa lesu
"Maksudnya apa?" Tanya Adam yang sedang kebingungan, maksud dari Lisa yang sebenarnya itu apa
"Enggak ada, udah selesai makan nya?" Adam hanya mengangguk kan kepalanya dia meletakkan sendok nya dan Lisa langsung membereskan bekas makan mereka
"Aku pergi dulu" kata Adam sambil membawa kunci mobil nya
"Hmm hati hati" balas Lisa dengan muka yang yang sangat lesu, ini semua gara gara Angel, jika Angel tidak ada di dunia ini, ia bakalan hidup bahagia bersama Adam, dan tanpa pengganggu, andai aja Adam tidak bertemu dengan Angel, tapi kalimat itu hanya tertutup kata andai, gak akan terwujud ingat hanya kata andai
Adam pulang menggunakan mobilnya, ia sangat capek dengan sikap Lisa, terkadang Lisa membuat nya tidak stres dan terkadang Lisa membuat pikiran nya berubah. Adam sangat menyayangi Angel tapi dia juga sangat menyayangi Lisa, ia tidak bisa melepaskan dua orang dalam hidup nya.
*
"Apaan sih Angel, kenapa kau telpon aku malam malam begini?" Tanya rose yang bertanya tanya di sebrang sana
"Aku pengen cerita, si Adam mengajak aku jalan jalan besok" ucap Angel sambil termenung
"Emang kau gak capek, kita baru aja jalan jalan, masa kau di ajak lagi jalan jalan" tanya rose dengan penuh penasaran, jujur saja ia saja sangat capek
"Aku mau nolak, tapi gak bisa" jawab Angel, Angel benar benar gak bisa menolak Adam, apalagi tadi Adam nampak curiga kepadanya, padahal Angel tidak pernah berniat an selingkuh dari Adam, gak tau Adam juga mikir yang sama atau gimana, yang penting Angel tidak seperti itu
"Kenapa gak bisa, ohh aku tau, karena dia pacar mu?" Tanya rose dengan kesal
"Iya, aku juga udah jarang bertemu dengan nya, dia juga sering sibuk dan aku juga sering sibuk" jawab Angel
"Terus kenapa kau kasih tau aku?" Tanya rose
""Aku cuma mau bilang kalau aku capek" jawab Angel dengan senyum tipisnya, yah walaupun rose tidak bisa lihat senyum nya
"Yah udah gak usah jalan Angel" jelas rose dengan kesal, karena ia juga lelah
"Gak papa aku harus semangat" ucap Angel sambil memberikan semangat nya untuk diri sendiri
"Seterah, udah dulu ya bye" ucap rose yang mematikan telpon nya secara sepihak, rose bingung dengan sikap Angel, rose tau kalau Angel sibuk dan dia tidak mau di ganggu, tapi dia juga gak bisa menolak Adam karena Adam adalah kekasih nya
Angel memejamkan matanya, ia benar benar bingung antara pergi jalan jalan atau enggak, kalau dia gak jalan jalan kasihan sama Adam yang udah datang ke rumah nya
*
"Angel, ada Adam tu" teriak bunga Angel
"Ia Bun" mendengar perkataan bunda nya Angel langsung mengambil tas nya dan pergi keluar dari kamarnya
"Yok kita pergi, kita ke mall aja ya" ucap Angel
"Mau kemana? Kok cepat banget kan bunda baru aja buatkan minum"
"Makasih Tante, kami izin mau keluar bentar boleh kan Tan?" Tanya Adam dengan sopan
"Yah udah boleh, tapi jangan pulang malam malam ya" jelas bunda nya Angel
"Iya Bun" ucap bunda nya Angel, Angel dan Adam langsung bersalaman dan langsung pergi ke mall
*
"Kita nonton aja gimana?" Angel hanya mengangguk kan kepalanya, Angel dan Adam pergi memesan tiket dan mereka langsung saja duduk di kursi
Angel tidak tau, kalau di samping nya itu ada Alvaro
"Angel, nonton sama siapa?" Tanya Alvaro yang berada di samping Angel
"Alvaro, aku lagi nonton sama Adam" jawab Angel dengan bisik bisik
"Ohh" Alvaro hanya berdehem, ia melihat tangan Adam menggenggam tangan Angel, ia sangat kesal dan langsung keluar karena ia gak kuat melihat kemesraan Angel dengan Adam, apakah ia cemburu dengan Angel dan Adam? Ahh entahlah, tapi di sisi lain Angel benar benar pasangan nya Adam, tapi bagi Alvaro gak berlaku karena Angel hanya milik nya bukan milik Adam atau lun orang lain
$$$
"kenapa panas banget sih hari ini mana, jalan kaki lagi" kesal Angel
"Kau bisa gak sih diam dulu" ucap Alvaro yang sedikit membentak
"Kok kau malah marah sama aku sih, emang aku ada salah sama Lo" tanya Angel
"Kau jadian sama Adam itu" tanya Geo, bintang pun langsung menghadap ke arah Syifa, Syifa yang di tatap jadi salah tingkah.
"Benaran kau jadian?" Tanya Rose
"Enggak kok Ros, kemaren dia ngajakin aku ke toko buku, yaudah aku temanin deh" jelas Angel
"Sebenarnya kalau kau pacaran juga gak papa sih" kata Alvaro dan melihat ke arah Angel
Alvaro yang di tatap malah pergi ke lapangan meninggal kan mereka, sebenar nya Alvaro benaran suka sama Angel sejak pertama kali mereka bertemu, tapi sayang nya Angel tidak pernah menghadap ke arah nya, apa ini rasa nya cemburu, sepertinya ini emang rasa cemburu yang dimiliki oleh Alvaro cuma Alvaro nya aja yang ragu.
*
"Alvaro ini berkas yang akan di berikan oleh pak Adam?" Tanya Desi
"Iya terima kasih ya Des, kau emang yang terbaik" jawab Alvaro, selaku orang yang ganteng
"Ayo Alvaro kau pasti bisa" kata desi
"Ganteng banget sih Alvaro" lanjut Desi dalam hati nya
"Alvaro mau gak yah jadi pacar aku, atau suami juga boleh" lanjutnya dalam hati
Dan masih banyak lagi ocehan dari Desi, bahkan cewek di kantor pun suka sama Alvaro. Dan yah gitu, Alvaro adalah orang yang paling ganteng, apalagi senyumannya yang bisa buat orang orang terpana.
Perlu di ketahui disini gak ada yang ganteng selain Alvaro, ada sih Adam cuma mereka gak ada yang tertarik sama Adam mereka lebih tertarik oleh Alvaro.
Setelah selesai mengerjakan berkas nya, Alvaro pergi mencari Angel. Dan orang yang di cari oleh Alvaro berada di suatu kafe di dekat kantor nya itu, bisa jadi sih dia lagi nunggu Adam, tapi kenapa gak ada Adam disana, kenapa cuma Angel dan Rose saja. Bodoh amat lah yang penting Alvaro ketemu Angel
"Kenapa dia ke sini Angel" tanya rose gugup
"Aku juga gak tau"jawab nya gugup setengah mati saking gugup nya tangan bintang dingin, sedangkan Alvaro semakin mendekat.
"Ngapain kau ke sini? Tanya Angel sinis
"Emang kau siapa hah?!" Tanya balik Alvaro dengan muka sinis
"Kau gak liat kan aku ke sini ngapain, yah makan lah dan aku pengen makan di sini tepat di meja kaliant. Mbak saya pesan kopi hangat nya satu ya" perintah Alvaro kepada salah satu pelayan di sana
Tanpa banyak bicara pelayan itu pergi dan mengambilkan pesanan yang di pesan Alvaro. Gak butuh lama pesanan itu sudah ada di depan Alvaro. Alvaro tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pelayan tersebut karena bagi Alvaro mengucapkan terima kasih tu tidak susah.
"Kau ngapain sih, kayak gak ada kerjaan tau gak?!" Bentak Angel, dia kesal karena Alvaro yang tiba-tiba di meja Angel dan Rose. Rose hanya melihat mereka dengan heran, rose takut ngomong karena ia takut salah
Akhirnya Angel dan Rose melanjutkan makan nya sedangkan Alvaro hanya melihat ke arah Angel dan sekali kali meminum kopi yang di pesannya tadi
"Cukup!!!!" Teriak Angel, yang membuat rose dan Alvaro kaget
"Bisa gak sih Alvaro, gak usah liat ke aku terus" ucap Angel, rose melihat ke arah Angel dan Alvaro, emang benar sih Alvaro melihat ke arah Angel terus, tapi apalah daya rose, ia takut berbicara masalah nya iya takut salah bicara dan bisa bisa dia gak pulang dengan selamat
"Gak usah gr deh" jawab Alvaro dengan tersenyum.
Dan akhirnya Alvaro mengalah ia tidak melihat ke arah Angel lagi, ia membaca artikel di handphone nya itu
"Kau gak papa kan" tanya rose kepada Angel, rose melihat Angel yang sedang kesal
"Kau kenapa sih Alvaro, mending pergi deh" ucap Rose
Rose tersenyum sinis "kau kenapa sih ganggu sahabat aku, oh atau kau suka sama Angel lagi?" Lanjut rose
Yah akhirnya rose mengucapkan yang ada di hati nya, rose gak betah karena Alvaro terus saja mengganggu Angel
"Ayok Angel, kita pergi aja" "kau udah selesai kan?" tanya rose kepada Angel, Angel hanya menangguk.
"Sial" ucap Alvaro sambil memasukan handphone nya kembali ke kantong celana nya.
Akhirnya Alvaro juga pergi dari sana, Alvaro tidak lupa membayarkan pesannya tadi baru ia pergi dari kafe itu, karena rose ia gagal menjalan kan misi untuk mendekatkan Angel. Yah walaupun Angel udah punya pacar, tapi kan baru pacar belum ada kalimat suami, jadi bisa lah di rebut
***
Di rumah rose, Angel duduk di sofa nya. Angel masih memikirkan Alvaro,apakah Alvaro tadi sakit hati dengan perkataan rose, atau dia marah karena perkataan nya sendiri. Kenapa Alvaro selalu aja nembah pikiran nya sih
"Kau gak papa kan Angel?"
"Kau kenapa sih malah melamun, atau kau gak mau pisah dari sih Alvaro itu,atau kau masih lapar?" Tanya rose tanpa jeda sedikit pun
"Benar sekali, kau gak lihat tadi aku belum selesai makan malah udah di tarik aja, kan rugi udah bayar mahal mahal eh malah gak habis" kata Angel yang sedang buat buat muka kesal
"Aku gak bisa liat sahabat aku di gituin" jawab Rose
"Maaf aku gak tau mau ngapain lagi, jawab Angel dengan muka lesu, sebenarnya ia bingung dengan perasaannya
"Gak papa Angel" jawab rose dengan tersenyum
"Mau apa biar aku pesanin makanan lewat hp" ucap rose kepada Angel
"Aduh gak usah Ros, lagian aku udah kenyang" kekeh Syifa
"Aku mau ke kamar mandi dulu, soalnya udah kebelet dari tadi" ucap Rose
"Seterah" Angel menatap Rose sinis, lalu tersenyum kembali, ada ada saja sifat sahabat nya itu. Sifat rose suka berubah ubah, terkadang Angel juga bingung dengan sifat nya rose
"Aku di sini aja, gak papa kan" rose hanya menganggukkan kepala
"Oke" ucap Angel.
Tring tring
Hp Angel berbunyi, Angel melihat tertara nama Alvaro di atas sana
Yah benar Alvaro yang menelfon Angel, Angel bingung antara mengangkat nya atau hanya di diamkan. Akhirnya Angel mengangkat telpon Vidio call dari Alvaro, karena Alvaro sudah berulang kali Vidio call
"Maaf" Angel membalas dengan senyuman manis nya, bagi Angel ini baru pertama kali nya Angel mendengarkan permintaan maaf dari seorang Alvaro dengan tulus. Sedangkan Alvaro tertegun, bisa bisa nya cewek di hp itu malah tersenyum bukan nya marah seperti sahabat nya itu.
"Iya gak papa, aku udah maafin kok" Angel tersenyum lagi,
"Hem, makasih" belum sempat Angel menjawab Alvaro sudah mematikan Vidio call nya itu secara sepihak.
"Suka banget sih ninggalin orang, besok besok kalau aku yang ninggalin kau, kau nya malah urakan, ehh kok aku mikir gini sih, kan itu hal yang gak mungkin, Angel Angel kau nih aneh" emang aneh kan Angel dia yang nanya dia juga yang jawab.