Bab 11

4144 Words
Hari ini adalah hari Minggu, hari dimana menjadi kesukaan Angel. Yah kalian taulah, Minggu kan hari libur. "Hoamm" Angel menutupi mulut nya yang menguap lebar "Ah masih jam 8, Aku kira tadi udah siang" kata Angel yang melihat jam yang bergambar hello Kitty di dinding kamarnya itu. Angel bangun dari tempat tidur nya, Dia mengambil handuk nya, saat Angel hendak melangkah ke kamar mandi sesuatu berbunyi di atas meja rias nya Drtd drrtd drrtd "Hallo " tanya Angel "Hallo An, nanti malam kita jalan ya. Jam tujuh Aku jemput, jangan lupa dandan yang cantik" jawab seseorang dari sebrang sana. "Hmm iya" jawab Angel "Ingat ya" kata seseorang itu lagi "Iya Adam" jawab Angel sedikit menekan lalu mematikan ponsel nya. Yah benar yang menelpon Angel adalah Adam kekasih nya itu. Sebenarnya Angel sedikit kesal, karena ia sudah di telfon pagi pagi, untung saja jalan nya malam, kalau sekarang, kapan lagi ia akan beristirahat "Huftt malas banget mandi, apa cuci muka aja ya, sekalian joging, nanti pas pulang baru mandi" "Ah Angel kau emang paling pintar sedunia" lanjut Angel Angel cuci muka di wastafel dan mengganti baju kaos, training pendek, dan memakai sepatu warna hitam. * "Bun Angel pergi joging ya" ucap Angel "Tumben joging?, biasa nya gak pernah mau" tanya bunda nya itu "Sekali kali Bun" jawab Angel "Lagian ini udah mau jam 9, kau malah mau joging, panas lah" ejek bundanya "Gak Bun, mungkin aku cuma jalan hahaha" "Sudah ku duga, yah sudah hati hati, jangan lupa jalan ke rumah" Angel tidak menjawab bundanya, iya langsung saja pergi meninggal kan rumah nya itu. * "Alvaro, bangun!" Bentak papa nya "Apa sih pa, ini tuh masih pagi" "Pagi darimana Alvaro, ini tuh udah hampir jam 9" "Papa gak mau tau, pokoknya kamu harus pergi ke supermarket, belikan papa cemilan" "Kok papa nyuruh aku sih" "Siapa lagi kalau bukan dirimu hah?" "Hmm iya, udah sana papa keluar aku mau cuci muka dulu" "Apakah kau gak mandi Alvaro?" Mendengar pertanyaan papa nya itu, Alvaro menggeleng "Bagus" jawab papa nya sambil pergi meninggal kan kamarnya Alvaro. "Punya papa gini amat sih, udah tua masih juga nyuruh nyuruh" kesal Alvaro yang langsung cuci muka dan mengambil kunci mobil nya itu. * Angel memandang langit melalui jendela yang ia biarkan terbuka lebar lama lama membuat mata tertutup. "Tok tok tok.." suara pintu kamar Angel. Mata yang baru saja ia tutup kembali membuka nya dengan malas dan langsung beranjak menuju pintu. "Kenapa bun?" Jawab Angel malas "Kamu sudah makan malam?" Tanya bunda nya yang khawatir tentang putrinya yang sejak dari tadi mengunci kamar dan tidak mau makan. "Iya nanti bun" jawabnya kembali "Kapan? Tunggu malam besoknya lagi? Bunda ga mau tau kau sekarang juga turun sama bunda" ujap bunda Angel sambil memegangi tangan mungil milik putrinya itu. "Iya... iya... Bun, jangan tarik tangan Angel napa, emangnya Angel kambing apa" ringisan Angel sambil memonyongkan bibirnya. Bunda nya Angel pura pura tidak mendengarkan Angel dia hanya tersenyum gemas baginya Angel itu masih bayi. "Angel duduk di sini dulu, bunda ambilkan makanan untuk kesayangan nya bunda" perintah wanita tua itu "Iya bunda ku sayang" jawab Angel sambil menatap punggung yang masih tegap itu. "Bun ini kebanyakan perut Angel mana muat nasi sebanyak ini" pekik Angel. "Pokoknya harus habis" jawab bunda nya sambil duduk di depan nya "Enak ga masakan bunda?" "Enak nomer satu ga ada tandingan nya" "Masa sih" "Iya bunda" "Bunda sudah selesai? Ga mau nambah lagi? temenin Angel" Tanya Angel "Iya bunda sudah kenyang" jawab bunda nya. "Makanannya di habiskan jangan Sampai tersisa" ujar bunda nya sambil berdiri meninggalkan nya sendiri. "Iya bun" teriak kecil Angel Setelah menyantap makanannya Angel langsung mencuci piring nya "Angel bunda pergi ke luar kota hari ini kamu jangan nakal ya, kalau ada apa apa cepat telepon mama atau enggak papa kamu minta tolong sama tetangga" ucap bundanya "Ya ampun Bun, kayak baru pertama kali aja di tinggal" ucap Angel sambil memeluk belakang mamanya "Bun harus banget ya pergi sekarang? Udah malam Lo bun, liat nih udah jam 20:21" ucap Angel yang enggan di tinggali sendirian "Bunda ada urusan sayang, pelanggan bunda sebulan lagi akan menikah dan bunda harus desain bajunya secepat mungkin dan sesuai keinginan dia " jelas bundanya sambil melepaskan pelukan Angel. "Tapi bun, ga bisa besok gitu" cemberut Angel "Enggak bisa karena pernikahan itu hari istimewa" jelas mamanya lagi. "Ya udah deh hati hati ma, ingatin pak Bejo kalau nyetir jangan sambil teleponan, kalau ngantuk jangan di paksakan" ucap Angel khawatir "Iya" Angel mencium tangan mamanya sambil mengantarkan ke depan pintu sampai melihat mobil yang mama nya tumpangi pergi menjauh. Angel menghela napas dan pergi ke kamarnya. Angel tidak sengaja melihat fotonya bersama Adam. Foto di pantai senyum Adam yang sangat ia rindukan. Angel melangkah menuju tempat yang selalu ia rindukan apalagi kalau bukan tempat tidurnya yang bermotif Sinchan kartun kesayangannya. Ting Ting Ting Ting Beberapa pesan masuk secara bersamaan di dalam ponsel Angel. Siapa sih malam malam batin Angel Angel meraih ponselnya yang tergeletak di samping bantalnya. Dengan malas ia melihat pesan itu dari Adam di layar lockcreen ponselnya Sayang Maafin aku ya Sayang Aku janji ga bakalan sakiti kamu lagi Sayang Maaf ya Sayang Kamu udah makan? Sayang Mau aku bawakan makanan kesukaan kamu? Sayang Jangan gini dong Sayang Maaf ya Emang nya ponsel salah apa sampai minta maaf seharusnya itu kamu yang datang bujuk kek ini ga ada sama sekali batin Angel Angel malas menatap ponselnya dan mematikannya ia malas berdebat dengan ada lewat ponsel. Angel langsung menekan kan matanya dan tertidur dengan lelah. * Pagi ini Angel sudah berada di butiknya itu, Angel tidak lupa menulis naskah ceritanya yang harus di update karena kalau tidak update penggemar nya akan menerornya. "Angel" Angel melihat ke sumber suara "Kau ngapain ke sini?" Tanya Angel "Lagi nyamperin calon istri aku lah" jawab Alvaro dengan percaya diri. "Kau kan tau kalau misalkan aku sudah punya pacar" ucap Angel yang tetap fokus dengan laptop nya tanpa melihat Alvaro. "Pacar itu bukan berarti jadi suami kan" jawab Alvaro yang langsung duduk tepat di depan Angel. Angel memutar bola matanya sambil menghela napasnya. Angel yang kehilangan idenya karena mahluk yang datang tidak di undang. $$$ "good morning bunda" senyum merekah Angel yang sangat cantik "Morning, kau kok bangun jam segini ga malu sama ayam dari subuh" "Good morning istriku" ucap ayahnya Angel "Nah tu ayah aja baru bangun, ih ayah ga malu sama ayam, ayam aja sudah cari makan"ucap Angel mengulangi perkataan bundanya. "Kau sama ayah mu sama saja" ucap bundanya sambil geleng-geleng kepala "Ayo makan" ajak bunda Angel "Makan yang banyak biar kau tidak lemah fisik" ayahnya yang menambahkan nasi kepada Angel "Ih ayah, tadi itu sudah cukup lebih dari cukup" "Biar lah sayang, kamu makan aja ya biar kamu sehat" bujuk bunda Angel "Ayah sama bunda sama aja, nanti kalau Angel gendut gimana?" Mendengar tuturan dari Angel bunda sama ayahnya Angel tidak bisa menahan tertawa. "Kau kan nanti olahraga sama ayah jadi imbang semuanya" perkataan ayahnya mampu membuat Angel mengangguk tanda mengerti "Oke deh aku habiskan semua karena ini masakan paling juara" semangat 45 Angel. * Rose Jadikan kita pergi? Ya ampun hampir lupa batin Angel. Angel langsung menutup laptopnya dan langsung bergegas mengganti baju, soal muke up dia tidak perlu khawatir karena muka nya cantik tanda di coret mungkin dia hanya menambah kan lipblam pada bibirnya yang seksi. "Mana nih taksi kok belum datang juga dari tadi" ucap Angel kesal. "Angel mau kemana?" Tanya seorang lelaki yang Angel sudah mengenal lebih dalam "Mau pergi kerumah rose" jawab Angel "Kau mau antar kan aku ke rumah rose kan?" Tanya Angel "Iya dong kau kan orang spesial nya aku" ucap Adam Drett dreeet Suara ponsel milik Adam berbunyi menghentikan Angel satu langkah lagi menuju tempat duduk motor milik Adam. "Siapa?" Tanya Angel "Bukan siapa siapa" gugup Adam "Jadi kan?"tanya Angel untuk memastikan. "Maaf sayang aku ada keperluan penting banget" Mendengar tuturan dari mulut Adam dia mencoba untuk mengerti. "Emang sepenting apa sih, emang nya ga sejalur gitu aku udah telat banget" ucap Angel. "Maaf sayang kali ini aja maaf" ucap Adam menyesali "Iya deh kau hati hati di jalan" Angel menatap Adam sampai tidak kelihatan lagi. Tidak lama kemudian kendaraan motor menghampirinya. "Perasaan aku ga mesan gojek" ucap Angel menolog. "Hai Angel" "Alvaro? Kau kok di sini?" "Iya dari tadi aku lihat kau di tinggal sama pacar ya hahaha" ejek Alvaro "Dia itu lagi ada penting ya aku jadi cewek pengertian jadi ga papa lah lagian aku ga boleh egois kan" ucap Angel "Cocok banget jadi ibu dari anak anak ku" ujar Alvaro kagum "Ga usah banyak omong deh mendingan Lo pulang aja deh" "Mau aku antar kan ga?" Angel memikirkan kalau misalkan dia menolak Alvaro dan dia memesan taksi online itu akan memakan waktu lebih lama dan membuat sahabatnya itu marah "Kalau di pikir pikir boleh, tapi ini terpaksa ya" "Lama lama nanti tidak terpaksa lagi kok" Dalam perjalanan sebuah keheningan tidak ada percakapan apapun melamun satu sama lain "Angel dah nyampai ni" "Hah?" "Udah nyampai Angel makanya jangan ngelamun, mikirin apa sih? Apa mikirin aku ya" ujar Alvaro dengan percaya dirinya. "Wahhhh kalian ngapain? masuk woi kayak penagih utang yang tuan rumah nya bersembunyi di dalam rumah tau ga" teriak Rose dari depan pintu nya " Aku duluan ya" "Ya udah bye makasih" "Ga mau gitu hentikan aku, bilang Jangan pergi" harap Alvaro "Ga akan pernah terjadi" "Nanti pasti akan terjadi akan ada masa nya, bye Angel" "Maaf ya terlambat" "Aku udah nungguin kau tau ga" ucap Rose kesal "Alvaro ga mau mampir" "Katanya dia ga mau dari langsung mau pulang" "Ga kau usir kan" ledek Rose "Ya enggaklah ngapain aku usir" "Oh jadi berharap dia main kerumah aku eh ingat Adam" ucap Rose sambil menjitak kepala Angel pelan "Eh ngapain harapin dia ih merinding tau ga lagian pula aku ga akan selingkuh di belakang Adam" ucap Angel sambil mengikuti Rose masuk kedalam rumah. "Hari ini jadikan kita masak masak nya?" Tanya Angel "Jadi lah kan kau udah nyampai ke rumah aku jadi apapun itu pasti jadi" jawab Rose semangat "Okey bahan bahan nya udah selesai semua nya kan?" "Sudah ada semua tinggal masak" Sore itu mereka berjanjian memasak kue untuk cemilan mereka ketika menonton film, mereka jarang sekali membeli makanan cemilan yang instan kalau pun ada pasti itu karena mereka malas memasak, mereka akan menonton film action luar negeri. Angel berencana pulang kerumah nya sekitar jam delapan malam, rose ingin mengajaknya untuk menginap di rumah nya tetapi Angel bersih kukuh untuk pulang kerumah nya, Angel jarang sekali menginap kecuali keadaan yang sangat memepet. "Seru banget film nya" ucap Angel "Seru dari mana nya hah! Sad ending aku ga rela banget dia meninggal" ucap Rose sambil menahan Isak air matanya. "Ya ampun baru kali ini juga nonton yang beginian jangan selalu happy ending nanti kalau tidak sesuai ekspektasi kecewa loh" ucap Angel "Tapi kan aku ga bisaa hiks hiks" "Yah udah jangan nangis lagi ya, kapan kapan lagi kita nonton yang happy ending" "Tapi ga bisa tau ga kepikiran terus kebayang di kepala aku" "Itu kesan pertama dari sad ending" ucap Angel "Wah gawat udah jam setengah sepuluh" "Santai aja ngapa sih" "Bukan gitu tapi takutnya ga ada taksi online" "Ya udah aku antar kau pulang" mendengar kalimat dari Rose, Angel tersenyum lebar senang. * Pagi ini Angel sudah sangat sibuk karena ia harus pergi ke Bali ia sudah menghubungi Adam kekasihnya dan sahabatnya Rose untuk pergi bersama nya karena ada hari yang sangat spesial. "Adam kau sudah sampai" "Ya iyalah, emang nya aku punya kembaran?" "Hello Angel sahabatku yang tercantik sedunia" "Bisa aja deh Lo" "Hai Angel" "Ngapain kau kesini b******n" ucap Adam tidak senang "Kau udang dia juga Angel?" "Iya gapapa kali biar rame" ucap Rose. "Tapi dia kan ga cocok ke Bali emang dia mampu apa beli tiket nyewa hotel mewah makan makanan yang mahal" sombong Adam Di saat itu Alvaro sangat marah ingin dia tonjok muka songong nya "Hai Tante" sapa bundanya Angel yang baru saja muncul bersama mereka. "Kalian sudah siap semua kan? Jangan ada yang ketinggalan" ucap bunda nya Angel "Sudah siap Tante" jawab serempak mereka * "Hari ini saya akan membuka cabang butik di Bali" ucap Angel dengan penampilan yang sempurna. "Saya akan memotong pita nya terima kasih atas kerja sama nya" Sebelum memotong pita tali cabang butik nya itu, Angel memberi kata kata yang bijak penuh motivasi yang sangat bagus. Semua orang tersanjung dengan Angel. $$$ "aduh gimana nih, kenapa harus sekarang, mana otak lagi buntu" panik Angel "Kenapa Angel?" Tanya rose "Aku lupa aku harus ngirim naskah" jawab Angel dengan frustasi "Yah udah kirim sekarang Angel, gak usah susah susah" ucap rose dengan muka tanpa berdosa "Tapi masalah nya aku gak tau mau nulis apa" keluh Angel "Itu mah derita kau hahahah" "Dasar, bukannya nolongin malah ngejek, aku harus nulis apa coba" gerutu Angel, dia benar benar pusing, harus mengejar naskah sekaligus mengurus butik nya yang baru buka itu * "Santi, sudah ada pelanggan baru?" Tanya Angel sambil menunjukan senyuman manis nya itu "Sudah buk, tadi ada beberapa yang memesan baju" jawab santi "San, jangan panggil aku ibu, setua itulah aku? Sampai sampai dipanggil ibu, panggil aku Angel" jelas Angel, ia suka bingung kenapa ia sering di panggil ibu ibu, padahal usia mereka hampir sama "Sip Angel, euhm kayak aneh aja kalau manggil Angel" jelas santi "Aku yang aneh kalau di panggil ibu" senyum Angel. Santi adalah pelayan baru di butik nya itu, usia nya terbilang sama oleh Angel, Santi anak yatim piatu, orang tua nya sudah lama meninggal, lebih rapat nya pas dia masih belita. Angel bertemu dengan Santi ketika Santi meminta lowongan pekerjaan, dari sana Angel mengenal Santi dengan baik, Santi sering curhat dan Angel mendengarkan nya dengan senang hati. "Yah sudah, aku mau pergi dulu San" kata Angel "Oke, hati hati Angel" Angel hanya mengangguk kan kepala nya * Alvaro melihat Angel duduk di kursi taman, sambil memegang handphone nya dan jangan lupa Angel dia sedang menangis, sea tidak tau kenapa Angel menangis di depan orang banyak, yang pastinya sekarang semua orang melihat Angel sedang menangis, apa dia sedang putus? Ah Alvaro malu melihat ini semuanya "Hiks hiks hiks, kenapa sedih banget sih nih film, gak bisa diajak kompromi apa" isak Angel sambil mengelap air matanya yang sudah banjir "Angel, ngapain kau nangis di tengah taman?" Tanya Alvaro "Aku tadi kan hiks, lagi duduk hiks terus aku bosan, karena bosan aku nonton film ini terus film nya sedih hiks hiks hiks" Alvaro menganga mendengar penjelasan Angel, dia gak habis fikir kenapa bisa nonton di tempat orang ramai, Alvaro duduk di samping Angel dan memberikan sapu tangan kepada Angel "Nih pakai, udah selesai nonton nya?" "Udah" jawab Angel sambil mengambil sapu tangan dari Alvaro, Angel menghembus kan ingus serta mengelap air mata nya menggunakan sapu tangan lalu memberikan sapu tangan itu kepada Alvaro "Nih makasih" Alvaro dengan terpaksa mengambil sapu tangan itu dari tangan Angel, ia meletakkan sapu tangan itu ke kantong nya. "Gak malu apa, diliatin banyak orang" ucap Alvaro sambil melihat sekeliling nya Alvaro merasa Angel sedikit tenang dari tangis nya, Alvaro mencoba membuka keheningan dengan cara menyenggol kan siku nya ke lengan Angel "Apaan sih" kesal Angel "Kok bisa sih nonton di tempat yang kayak gini, kau gak ada rumah apa? Atau kau diusir lagi?" Tanya Alvaro "Kalau punya mulut tuh di jaga" grutu Angel "Nih ya lagian aku tu ke sini mau refreshing, biar segar nih otak" ucap Angel, sebenarnya ia kesini karena pengen menghilangkan stres apalagi ia harus memikirkan kelanjutan ceritanya itu, ia benar benar pusing harus melanjutkan ceritanya itu bagaimana, apalagi sekarang ia juga harus mengurus butik baru nya itu. "Biasanya cewek kalau refreshing itu jalan jalan, kau malah di tangah taman nonton film terus ending nya nangis nangis" "Suka suka aku lah, kan aku yang nangis" sinis Angel "Kau Pms?, Gak baik bagi cewek marah marah terus, nanti suka loh" ucap Alvaro "Lagian tuh muka kenapa di imut imutin" ucap Alvaro,sebenarnya Angel dimata Alvaro saat ini sangat imut, apalagi pas Angel marah marah muka nya tuh lohh "Iiihh apaan sih Alvaro jangan buat aku kesal deh, mending kau pergi dari hadapan ku" ucap Angel, dia benar benar kesal terhadap perilaku Alvaro yang baginya sangat aneh "Enggak, kau pergi aku juga pergi" terang Alvaro "Iii apaan sih" jawab Angel "Temani aku makan gimana?" Tanya Alvaro "Aku gak lapar" jawab Angel sinis "Lagian siapa yang ngajak kau makan, aku bilang temani aku makan" jelas Alvaro yang membuat Angel kaget, dia pikir lelaki itu akan mengajak nya makan, padahal kan dia main main aja, perut nya kan juga lapar Angel menarik nafas nya kasar "yaudah ayok, gak usah bertele tele" "Nah gitu dong" ucap Alvaro senang Akhirnya Alvaro dan Angel pergi mencari tempat makan menggunakan mobil Alvaro "Mau makan dimana sih Alvaro?, Aku gak bisa lama lama nih" tanya Angel, sebenarnya ia benar benar gak bisa lama lama soalnya dia harus mengejar naskah yang bakalan dikirim sekarang juga "Bentar ini spesial" jawab Alvaro Akhirnya sekian lama Angel duduk di kursi mobil, akhirnya sampai juga di tempat tujuan, Angel keluar ia melihat meja di pinggir pantai, Angel gak munafik, tempat makan yang di tunjukan oleh Alvaro itu sangat sederhana tapi indah "Kapan kau nyiapkan ini semua?" Tanya Angel "Aku gak pernah nyiapin ini semua?" Jawab Alvaro "Terus siapa dong yang buat ini?" Tanya Angel lagi "Mana aku tau" ucap Alvaro, sebenarnya bagi Alvaro gak perlu susah susah untuk menyiap kan ini semua, tapi ia memang sengaja merahasiakan nya dari Angel, takutnya Angel malah menjauh darinya "Kenapa senyum senyum?" Tanya Angel yang langsung ikut duduk di depan Alvaro "Emang gak boleh senyum? Senyum itu ibadah loh Angel" Kruk kruk kruk "Katanya gak lapar, tapi kayak nya cacing di perut udah pada demo" "Eumm" kenapa harus bunyi sih, perut kenapa gak bisa diajak kompromi sih, cukup mata aja yang gak bisa di ajak kompromi, kamu jangan perut ucap Angel dalam hati "Ayok kita makan, selamat makan Angel" "Selamat makan juga Alvaro" Alvaro dan Angel makan dalam keheningan, Angel sekali kali melihat pemandangan di depan matanya itu, sedangkan Alvaro sekali kali melihat Angel sambil tersenyum * Kini Angel sudah berada di kasur kesayangan nya itu, ia sedang rebahan dan lalu ia teringat sesuatu yang hampir ia lupakan itu "Aaaaa naskah nya belum aku buat" teriak Angel "Duh gimana ya buat nya, nih otak tumben gak berjalan" tiba tiba Angel mengingat kejadian tadi sore, dimana ia makan berdua bersama Alvaro di tempat yang baginya sangat indah "Kenapa harus mikirin ke sana sih, fokus Angel fokus" ucap Angel yang kini sedang menulis naskah ceritanya itu "Akhirnya selesai juga" Angel menutup laptop nya dan lalu ia berbaring tidak lama kemudian matanya benar benar tertutup yang bertanda ia sudah tidur $$) "rencana nya hari ini aku mau ke butik untuk memeriksa keadaan, kata karyawan di sana banyak yang ada kekurangan, aku harus beli bahan bahannya" tutur Angel lembut "Harus hari ini?" "Iya, kita tidak jadi jalan jalan ga papa kan?" Ucap Angel "Tapi kan aku udah siap siap gini, udah rapi wangi masa kita ga jadi jalan" ucap seseorang dengan raut wajah kesal. "Maaf Adam gimana kalau misalkan di ganti kan dengan kau antar aku belanja" "Iya aku mau" mendengar jawaban itu terlihat senyum Angel bersemu. "Kita ke butik dulu ya, mau nyatat yang mana aja untuk di beli" "Iya sayang" "Kita hari ini pake mobil aja ya" "Iya nantikan mau letak barang barang mu, ya udah langsung aja habisi makanannya sudah itu kita langsung pergi" "Iya sabar bentar lagi nah habis, nanti kalau aku cepat-cepat keselek" ucap Angel sambil cepat menyelesaikan makanannya "Iya udah pelan-pelan" ucap Adam sambil terkekeh. "Makanan di restoran ini paling ngetop, kau bisa aja milih restoran" Angel dengan Adam makan di restoran bintang lima mereka. Setelah makan Adam memutuskan mengantar belanja Angel. Dreet dreet Kali ini getaran itu bukan milik Adam melainkan milik Angel. "Siapa? Kok liat nya sambil senyum senyum" ucap Adam cemburu "Bukan siapa-siapa kok" "Sini liat" Adam langsung merebut ponsel milik Angel "Udah kan, sini balikan" Angel mendapatkan lagi ponselnya. "Kirain tadi siapa, soalnya kamu senyum ga liat apa ada pasangan nya di sini" "Iya ga mungkin aku selingkuh di depan kau, tertangkap basah lah aku" ucap Angel sambil terkekeh. "Aku minta maaf karena asal ambil ponsel kau" ucap Adam "Iya ga papa kok" ucap Angel sambil tersenyum "Udah selesaikan ayo kita pergi nanti kesorean" ucap Adam "Iya" * 0 "Bye makasih Adam" ucap Angel. Hari ini sangat lah melelahkan, hari ini Angel dan Adam telah berkeliling mencari keperluan barang butik yang habis, mereka pulang malam sekitar jam delapan malam. "Kau langsung istirahat ya jangan nongkrong jangan kerja lembur" "Iya sayang makasih ya" ucap Adam "Hai Bun hai ayah" sapa Angel. "Ayo makan dulu" ucap ayahnya Angel. "Udah tadi yah, sama Adam" "Yah udah kau sekarang bersih-bersih badan kau ya" ucap bundanya Angel "Iya bunda" Angel tidak langsung membersihkan badannya dia membaringkan tubuhnya ke atas kasur. "Angel sayang ini minum vitamin kau" ucap ayahnya Angel membawa satu gelas air s**u, yah vitamin yang di maksud itu air s**u. "Iya ayah, ayah besok-besok Angel ga mau s**u putih Angel mau nya s**u cokelat" ucap Angel. "s**u putih itu lebih banyak khasiat nya" ucap ayahnya. "Sama aja orang satu produk gimana beda" ucap Angel "Minum aja lah yang ayah kasih" "Iya ayah, udah ayah pergi dari kamar Angel" "Kamu ngusir ayah?" "Enggaklah ayah, emang nya ayah lupa? Kan ayah hari ini ada janji sama bunda" ucap Angel "Oiya ayah lupa" ucap pria tua itu sambil menepuk jidatnya. "Ayah jangan lupa tutup lagi pintu nya" teriak Angel "Ayah udah turun tangga kamu sendiri aja ya" "Emang ga bunda ga ayah sama-sama ga mau nutup pintu" ucap Angel langsung menutup pintunya, rasanya dia ingin mengunci pintunya, tetapi niat itu ia urungkan karena jika ia melakukan itu maka ayahnya ga segan-segan merusak pintu kamarnya sampai rusak parah, kejadian itu saat Angel masih sekolah dasar. "Angel ayah sama bunda pergi dulu ya, kau hati hati di rumah" ucap suara berat yang khas milik ayahnya. "Iya" teriak kencang Angel dari dalam kamarnya. Dring...dring...dring... Siapa nih nelpon nelpon tengah malam batin Angel. Aku nginap di rumah kau ya. Telepon itu belum saja di jawab oleh Angel sudah di matikan. Dingdong Dingdong Dingdong. "Siapa nih malam-malam datang ke rumah tumben" ucap Angel. Angel membuka pintu nya dan dia sangat kaget bukan main, dia tidak menyangka dia datang secepat kilat. "Kok cepat banget datang nya, bukannya tadi kau masih di rumah" ucap Angel. "Tadi sebenarnya aku udah nyampai aku dari tadi di depan rumah kau hahahaha" ucap Rose sahabatnya itu. "Kok bisa sih" "Iya, aku tau kau hari ini sendirian" ucap Rose lagi. "Kau tau dari mana? Apa jangan-jangan cenayang?" Tanya Angel "Ya enggaklah, aku cenayang hahahah aku tau kau sendirian itu bunda kau nelpon mama aku dan akhirnya mama aku nyuruh aku nginap di rumah kau nemenin kau" ucap Rose panjang lebar. "Biasanya aku di tinggal sendirian biasa aja" ucap Angel "Iya itulah aku bingung" "Sebenarnya aku bohong hahahah" ucap Rose sambil tertawa puas. "Aku tadi tau dari mama aku kalau kau sendirian dan aku berinisiatif buat nginap di rumah kau, ga masalah kan, ucap Rose "Ya udah sampai kapan aku mau berdiri di sini" ucap Rose "Ayok masuk" ajak Angel. "Nanti kita masak nasi goreng ya" "Malas aku udah makan tadi" "Tapi kan aku belum makan" "Kamu masak makan sendiri" "Tapi aku mau nya makan sama kau aku ga bisa makan sendirian" "Iya ya aku makan tapi kau yang masak nya, aku lagi malas masak" "Okey tunggu ya tuan putri" Rose kalau tentang masak nasi goreng memang paling the best. Mereka melahap makanan dan memutuskan untuk menonton tv sebentar dan pergi ke kamar untuk melepaskan letih. * "Bunda sama ayah liat Rose ga?" Tanya Angel sambil menurunkan tangga dan menghampiri bundanya yang sedang memasak . "Bakanya jangan bangun kesiangan, Rose udah pulang dari jam lima subuh Dengan refleks Angel melihat jam tangan nya. "Tapi kan ini baru jam setengah enam" ucap Angel "Iya, Rose baru aja pulang" "Kok cepat banget Rose pulangnya" ucap Angel tidak percaya biasanya Rose paling malas pulang kerumahnya kalau udah nginap di rumah Angel. "Katanya dia ada keperluan penting, makanya dia pulang cepat" "Kepentingan apa?" "Yah mana bunda tau, kau tanya aja sama dia sendiri" ucap bundanya tak tau apa-apa. "Hari ini Angel mau ke super market Bun" "Ga sarapan dulu" "Nanti aja Angel makan di luar" "Ya udah hati hati". Angel tidak jadi ke super market dia ke taman untuk meluaskan imajinasi nya. "Hai Angel" Angel tidak menjawab. "Nih mau es kream?" "Pagi pagi makan eskrim? Tapi ga papa deh mumpung gratisan" ucap Angel. "Makasih" ucap Angel lagi. "Angel aku mau ngomong sama kau" ucap Alvaro. "Dari tadi kan kita memang ngomong" "Tapi ini serius" "Ngomong aja" ucap Angel sambil menatap anak anak bermain bersuka ria. "Aku suka sama kau" ucapan dari Alvaro mampu membuat Angel menatap tajam Alvaro "Hahahahaha kau kalau mau bercanda salah orang" ucap Angel tertawa untuk memecahkan kecanggungan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD