Bab 5

1020 Words
Alvaro makin gencar saja mendekati Angel, pulang dari apartemen Angel. Alvaro langsung guling-guling diatas kasur nya seperti anak gadis yang mendapatkan cinta pertamanya. Berkali-kali juga Alvaro mencium ponselnya yang berisi nomor ponsel Angel. Alvaro membelakkan matanya ketika ia tidak sengaja memencet tombol panggil, dengan cemas Alvaro ingin mematikan panggilan namun terlambat karena Angel sudah mengangkat panggilannya. "Kenapa Alvaro?" tanya Angel membuat Alvaro meneguk air ludahnya dengan gugup. "aku ingin tahu kau bisa atau tidak mengangkat panggilan" ujar Alvaro membuat Angel terkekeh pelan, Alvaro dapat mendengar itu. Super sexy. "sekarang sudah tahu kan, aku tutup" "Good nigth" "night" Alvaro menggigit selimutnya dan menjerit sekencang-kencangnya, persisi seperti anak gadis saja. Sedangkan diapartemen dimana Angel tinggal, Angel hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum sambil menatap ponselnya. Namun senyum Angel seketika lenyap begitu saja karena ada panggilan masuk dari kekasihnya. "hallo sayang" jawab Angel sambil duduk disisi ranjang. "aku hanya ingin mengabarimu, besok aku tidak bisa menjemputmu. Aku ada meeting diluar kota, maaf ya sayang" "hm, tidak apa-apa. Pekerjaanmu penting jadi jangan sampai ditinggalkan" jawab Angel "terima kasih sayang, kau sangat pengertian" "tidak perlu berterima kasih, aku tutup ya. Kau pasti sekarang sedang berkemas, coba kau bilang padaku pasti akan kubantu sayang" "aku tidak mau merepotkanmu" "baiklah, jangan lupa istirahat yang cukup ya "iya sayang, nigth" "hm" Angel meletakan ponselnya asal, tanpa sadar senyumnya mengembang ketika melihat pembalut yang tadi dibelikan oleh Alvaro. Angel merasa lega karena Alvaro peka sekali jadi pria. Seakan teringat sesuatu Angel langsung kekamar mandi dan mencuci jaket milik Alvaro, Bukannya ingin cepat-cepat mengembalikannya hanya saja ada noda darah disana takutnya tidak bisa hilang. Walaupun warna nya tetap saja kan tidak boleh meninggalkan bekas noda darah. Setelah menjemur jaket Alvaro dibalkon, Angel membuka laptopnya. Ia mendapatkan ide sekarang, berkat Alvaro idenya mengalir deras. Pagi nya Alvaro bangun lebih pagi dari biasanya, ia bahkan sangat bersemangat hari ini. Kenapa Alvaro demikian? Karena ia akan sarapan dengan Angel, dan Alvaro bahagia atas itu. "hemmm" Alvaro berdeham sebelum menekan bel apartemen milik Angel, sekali lagi Alvaro merapikan jas kerjanya. "pagi" sapa Alvaro ketika Angel membuka pintu, Angel tersenyum lalu mempersilahkan Alvaro masuk. "aku memasak nasi goreng, minumnya mau apa? Kopi atau teh?" tanya Angel sambil menyiapkan nasi goreng untuk Alvaro, Alvaro dengan senyum yang mengembang menjawab. "kopi" "baiklah, sebentar ya" ujar Angel kembali kedapur untuk membuatkan Alvaro kopi. Setelah itu mereka sarapan nasi goreng bersama, Alvaro menyesap kopinya dan Angel dengan susunya. Alvaro tersenyum melihat Angel yang sekarang sedang meminum s**u, membuat Angel mengerutkan keningnya. "kenapa? Ada yang salah dengan wajahku?" tanya Angel membuat Alvaro menggelengkan kepalanya. "tidak ada" jawab Alvaro lalu melanjutkan sarapannya, sekarang pikiran Alvaro berkelana kemana-mana. Dan Alvaro bahkan membayangkan dia menikah dengan Angel, lalu membuat sarapan bersama, bermesraan didapur dan sarapan bersama anak-anak mereka. Sungguh indah sekali isi kepala Alvaro saat ini. Ini lah yang membuat Alvaro ingin mengajak Angel menikah secepatnya. 'tunggu lah sebentar lagi Angel. Kau pasti akan menjadi istriku' guman Alvaro pada dirinya sendiri. * Sepulang kerja Alvaro langsung kerumah sakit karena hari ini gilirannya menjaga Leon, Dean tentu saja sekarang sedang sibuk dengan tante-tante gemas versi dirinya. "Nyet, cari lah wanita agar bisa menemanimu disini sekalian iya-iya" ujar Alvaro membuatnya mendapat lemparan kulit jeruk dari Leon. "lihatlah playboy ini, seperti benar saja mencari wanita" jawab Leon membuat Alvaro terkekeh. "tentu saja benar, tunggulah sebentar lagi abangmu ini akan menikah" ujar Alvaro membuat Leon langsung mencibir. "iyain saja, biar cepat" Alvaro tidak berkata-kata lagi, senyum nya mengembang ketika mendapat pesan dari Angel bahwa Angel ingin kemari menjenguk Leon. "calon masa depanku akan datang" ujar Alvaro membuat Leon mengerutkan kening. "kau benar-benar akan menikah?" teriak Leon tidak percaya/ "tentu saja, tapi setelah dia putus dengan kekasihnya" Leon membelakan matanya mendengar perkataan dari Alvaro barusan. "Gila! Mati saja sana!" umpat Leon membuat Alvaro terkekeh. "sebelum jalur kuning melengkung abangmu ini masih ada harapan" ujar Alvaro membuat Leon geleng-geleng kepala. "terserah kau saja, tapi jangan merengek atau pun menangis padaku kalau kau ditolak" "tenang saja, kau orang pertama aku datangi jika itu benar terjadi" "tidak waras!" Sementara ditoko bunga Angel bingung mau membawakan teman Alvaro bunga apa, karena bingung Angel menunjuk asal bunga. Setelah dari toko bunga Angel pergi ke toko buah, ia membeli buah-buahan juga. Entah kenapa Angel sangat ingin berteman dengan Alvaro, apalagi Alvaro adalah orang yang humble dan nyambung kalau diajak bicara. Hari ini ia sudah berniat untuk datang menjenguk teman Alvaro yang katanya kecelakaan. Sebelum itu Angel memberikan pesan pada Alvaro bahwa ia akan menjenguk teman Alvaro. Senyum Angel mengembang ketika membaca pesan dari Alvaro, Alvaro mengirimkan rumah sakit dan ruangan dimana teman Alvaro dirawat, Setelah memarkirkan mobilnya Angel, Angel mencari ruangan yang dikirimkan oleh Alvaro. "sudah datang?" tanya Alvaro bodoh jelas-jelas Angel ada disini, masih juga ditanya. "hm, hai aku Angel teman Alvaro" ujar Angel menyapa Leon sambil meletakan buah tangan yang ia bawa "terima kasih atas hadiahnya, aku Leon teman orang bodoh ini" jawab Leon memperkenalkan dirinya sambil mengejek Alvaro. "Angel, kemarilah" ujar Alvaro menepuk sofa disampingnya, Angel menurut dan duduk disamping Alvaro. Setelah itu mereka mengobrol Leon terkejut karena apa yang dikatakan Alvaro benar adanya, Wanita yang dikatakan Alvaro beberapa saat lalu benar adanya. Leon menggaruk telinganya yang tidak gatal. Sekarang Leon benar-benar menjadi seperti obat nyamuk sekarang, lihatlah Leon bahkan tidak mengerti dengan Angel. Selera humornya sangat kacau ketika berada bersama Alvaro. Drt..drt... Angel mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan, "iya kenapa Ta?" "bu, Nona Rara datang ingin bertemu ibu" "baiklah, katakan padanya tunggu aku sebentar lagi" "baik bu" "terima kasih Ta" "iya bu" "kenapa? Ada pekerjaan?" tanya Alvaro membuat Angel menganggukan kepalanya. "iya, pelanggan butikku ingin bertemu" jawab Angel mengambil tasnya. "aku pergi dulu" "mau aku antar?" tawar Alvaro membuat Angel menggelengkan kepalanya. "aku bawa mobil kalau kau lupa" "benar, kalau begitu hati-hati" "hm, Leon aku pulang duluan. Semoga lekas sembuh" "terima kasih An" "hm" Setelah Angel pergi Leon melempar kan bantal kepada Alvaro, "sialan, aku jadi obat nyamuk kalian" geram Leon membuat Alvaro terkekeh. "sudah kubilang carilah wanita yang hendak kau nikahi agar bisa iya-iya disini" "ada pun percuma kalau sudah memiliki kekasih" "sebentar lagi juga putus" "jangan aneh-aneh Yan" ujar Leon setengah ngeri melihat Alvaro yang sekarang sedang tersenyum evil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD