Dunia Lain

1312 Words
Sedangkan disisi lain ada seorang gadis cantik yang tidak sadarkan diri selama satu bulan, dan hal itu membuat keluarganya khawatir. "Ayla ayo bangun, kenapa kamu tak kunjung bangun hiks," ujar seorang gadis cantik yang mirip seperti gadis yang tidak sadarkan diri, ia adalah saudara kembarnya. "Ayla bangun!!" ujarnya sekali lagi seraya mengguncang tubuh sang adik. "Ayla kakak mohon bangun, kakak kesepian, siapa yang akan mengganggu kakak jika kamu seperti ini hiks," racau gadis itu dengan tangisnya yang terdengar pilu di pendengaran orang yang mendengarnya. Gadis yang terbaring lemah itu tidak lain adalah Ayla Olivia Lemos, ia adalah putri Duke Alexander Lemos. Ayla memiliki Surai hitam dengan netra berwarna biru, sebiru lautan. "Sudahlah Kai, tidak perlu bersedih sayang, nanti adikmu ikut bersedih melihatmu seperti ini," ujar lelaki yang berumur kepala tiga itu. Lelaki itu mengelus Surai perak putrinya. Sesungguhnya Duke pun merasa sedih terhadap keadaan putri bungsunya itu. Kaila merupakan saudara kembar Ayla, tepatnya ia adalah kakak Ayla yang lebih tua tujuh menit. Berbeda dengan Ayla yang bersurai hitam Kaila memiliki Surai perak dengan netra biru sama seperti Ayla. "Tapi ayah aku tidak tega melihatnya menderita," ujar Kaila seraya menatap sendu pada adiknya. Duke Alexander terharu melihat putri sulungnya yang berpikiran dewasa dan penuh kasih, persis seperti mendiang Duscess Alina. "Kau sungguh baik hati putriku, sama seperti ibumu," ujar Duke menatap lembut putrinya. "Terima kasih ayah," ujar lady Kaila sambil memeluk ayahnya. Benar Kaila adalah seorang lady yang sangat baik hati, bahkan ia terkenal di seluruh penjuru kekaisaran, namanya pun sampai diagung agungkan oleh setiap penduduk, semua orang menyukainya, ia pun menjadi rebutan diantara para pria walaupun belum melakukan debutnya. Seharusnya debutnya dilakukan satu bulan yang lalu, namun karena terjadi kecelakaan yang menimpa putri bungsu Duke debutnya harus diundur. Bisa saja Kaila melakukan debutnya terlebih dahulu, namun ia menolak dan memilih menunggu adiknya. Berbeda dengan lady Kaila yang terkenal baik hati, Aila tidak disukai karena ia sangat angkuh dan sombong. Namun mereka tidak tau apa yang membuatnya menjadi seperti itu, ia menjadi gadis angkuh karena selalu dibanding bandingkan dengan kakaknya, awalnya ia biasa saja namun lama kelamaan ia juga merasa geram dan lelah dibanding bandingkan, mentalnya terguncang hingga perlahan itu merubah dirinya menjadi gadis angkuh. ***** Kaila selalu berada disamping adiknya, begitupun saat ini, ia tengah bercerita tentang kegiatannya hari ini. "Kau tau Ayla? Tadi aku pergi ke pasar bersama Anne(pelayan pribadi Kaila), kami membeli banyak makanan, kemudian kami makan sepuasnya sampai perut kami buncit haha," Cerita Kaila kepada Ayla dengan tawanya. "Tadi di pasar ada pencuri yang hendak mencuri perhiasan, lalu pemilik toko itu menendang pencurinya hingga tersungkur dan mengenai kotoran kuda haha," Ceritanya lagi. Senyumnya tiba tiba berubah menjadi sebuah kesedihan, ia menatap sang adik dengan tatapan sendu. "Ayla bangunlah, jangan membuat kakak khawatir, kakak janji akan mengabulkan keinginanmu asalkan kamu bangun, kakak juga akan membantumu untuk dekat dengan putra mahkota," ujarnya sambil menatap adiknya. Ya Ayla menyukai putra mahkota dan selalu mengejar nya, namun putra mahkota tidak melirik dirinya sama sekali. "Nona jangan menangis," ujar pelayan pribadi Kaila yaitu Anne, di sana juga ada pelayan pribadi Ayla yang bernama Irene. Irene ikut menangis tersedu sedu melihat kondisi nona yang di layaninya, meskipun nonanya selalu menggertak dirinya namun ia tetap menyayangi sang nona, sebab ialah yang mengetahui kesedihan sang nona. "Nona bangunlah, lihat nona Kaila sangat mengkhawatirkan kondisi anda," ujar Irene memandang sendu majikannya. "Nona bangunlah," ujar anne menambahkan. Duke Alexander yang kebetulan lewat di depan kamar putrinya mendengar suara tangis itu juga merasa sedih, kediaman yang sepi kini bertambah sepi tanpa kehadiran Putri bungsunya. "Cepatlah sadar putriku kami semua mengkhawatirkan mu," ujar Duke dalam hati, ia menatap pintu kamar Ayla dengan sendu kemudian berlalu dari sana. Di dalam ruangan terlihat gadis yang selama ini mereka tunggu kesadarannya nampak menggerakkan jari-jarinya pelan ia pun mengernyitkan dahi dan mulai mengerjapkan mata nya pelan. "Ugh" Keluh gadis itu yang tak lain adalah Ayla. Melihat adiknya yang sadar tentu saja membuat Kaila merasa bahagia. Ayla membuka matanya dan melihat ke sekitar terlihat bangunan kuno menyapa penglihatannya, ia juga melihat wanita yang seumuran dengannya memakai baju pelayan seperti di kerajaan-kerajaan. "ya ampun orang ini sedang cosplay apa ya?" batin gadis itu yang tak lain adalah Ayla. "Kau sudah sadar Ay?" tanya seorang gadis cantik mengalihkan tatapan Ayla dari wanita yang ada di sampingnya. "A- air," lirih Ayla, tenggorokannya terasa sangat kering seperti tidak minum berhari-hari. 'Eh eh tunggu-tunggu, kok suaraku merdu ya?' batin Ayla sambil menerima air yang disodorkan oleh gadis cantik bak bidadari di depannya ini, sepertinya iya akan menjadi penggemar nomor satu nya. Setelah dirasa tenggorokannya lega ia pun membuka mulutnya dan bertanya kepada Kaila. "Waw, cantik benget kamu," ujarnya saat melihat gadis cantik dengan surai perak dan mata biru seperti lautan. "Ayla kamu kenapa? Apakah ada yang sakit?" tanya gadis itu lagi yang tak lain adalah Kaila. Ayla sedikit salah tingkah karena ketahuan memperhatikan wajah gadis cantik di depannya. "Hai nama kamu siapa? dan kita sedang berada di mana?" tanya Ayla sambil memperhatikan sekitar. "Ini kalian sedang membuat film apa gimana, kalian sedang syuting ya?" Ayla kembali bertanya. Nampak gadis cantik di depannya terlihat kebingungan dengan ucapan Ayla. "Maksud kamu apa Ay? Aku ini kakak kamu, kamu lupa?" bingung gadis itu. "Apa? Kakak?" Ayla bertanya. "Iya aku kakak kamu, namaku Kaila Olivia the Lemos" ujar Kaila 'Kok aku seperti pernah dengar nama itu ya?' ujar Ayla dalam hati. "Eh kamu bisa saja bercandanya, tidak usah bercanda begitu, kalian ini sedang syuting kan?" Ayla bertanya pada gadis yang mengaku sebagai kakaknya itu. "Apa kamu tidak mengingat kakak Ayla?" tanya Kaila dengan raut khawatir dan was was. "Oo, mau adu akting ya orang ini? huh oke aku turutin permintaan kamu, kita lihat siapa yang akan menang," ujar Ayla percaya diri. "Tidak saya tidak mengenal anda sama sekali," ujar Ayla memulai sandiwara dengan menggelengkan kepalanya. Gadis bersurai perak itu pun terkejut, begitu juga dengan dua pelayanannya. "Cepat panggil tabib!" ujarnya dengan khawatir dan sedih, sebab adik kesayangannya melupakan dirinya. "Baik nona," ujar pelayan Anne, ia lantas berlari dengan tergesa memanggil tabib. Beberapa saat kemudian datanglah Anne dengan dua lelaki paruh baya. "Kau sudah bangun?" tanya seorang lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan. 'Oh my! hot sekali, kalau Viona lihat pasti dia langsung pingsan,' batin Ayla memandang paruh baya itu. "Tabib cepat periksa adikku, dia tidak mengingat ku sama sekali, aku takut dia melupakan ku," perintah Kaila pada sang tabib. "Baiklah nona, saya akan memeriksa nona Ayla," ujar tabib lalu memeriksa Ayla. "Apa maksudmu Ayla tidak mengingat mu?" tanya lelaki paruh baya yang tak lain adalah Duke Alexander. "Aku tidak tau Ayah, tetapi setelah sadar tadi Ayla terlihat kebingungan. setelah aku tanya ternyata dia tidak mengenaliku, bagaimana ini Ayah? aku takut sekali," ujar Kaila, rasa takut tercetak jelas di wajahnya. "Sudahlah kamu tenang dulu, biarkan tabib memeriksanya." Duke Alexander mengelus Surai putri Kaila. "Baik Ayah, semoga saja Ayla tidak kenapa-napa," ujar Putri Kaila. "Hm apa benar mereka hanya bersandiwara? ekspresinya seperti nyata saja, atau jangan jangan ini memang dunia nyata? Dan aku bertransmigrasi seperti yang aku baca di novel novel? Haa itu tidak mungkin, itu kan hanya di dunia novel," gumam Ayla. Tabib yang sedang memeriksa Ayla pun merasa bingung, sebab tidak biasanya Ayla menjadi setenang ini, biasanya Ayla akan mencari cari kesalahan orang lain. 'Apa yang terjadi dengan putri Ayla? tidak biasanya ia pendiam seperti ini,' batin tabib tersebut. Sedikit lalai membuat tabib tidak sengaja melukai Ayla, tanpa sengaja ia menusukkan jarum kepada Ayla. Memang tabib sedang mengobati Ayla dengan teknik akupunktur, agar kondisi Ayla cepat pulih. "A- maaf nona, sa-saya tidak sengaja," ujar tabib tersebut. ia menunduk takut dan hanya bisa pasrah, sebab kesalahan sekecil apapun tidak dapat di toleransi oleh Ayla. "Ya ya, santai saja pak, saya baik baik saja, bapak tau saya itu bukan gadis lemah," ujar Ayla membanggakan dirinya. "E iya nona, terimakasih anda sangat murah hati!" meskipun bingung tabib itu tetap bersyukur karena hilangnya ingatan Ayla membuat sifatnya berubah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD