Setelah mendapatkan telepon dari sang penculik, Marko dengan cepat menelepon Bosnya dan mengirimkan apa yang penculik itu lakukan. Walaupun dia sebagai orang paling dekat dengan Fibra, dia tidak pernah berani melakukan atau melihat sesuatu tanpa di izinkan Fibra. Sama halnya dengan isi Video yang pencuri itu kirimkan, Marko tidak sekalipun melihat. Dia dengan segera mengirimkannya pada sang Bos. Di tempat rahasia, Fibra yang tengah istirahat, mencoba untuk memejamkan mata hanya untuk sebentar supaya dia tidak drop oleh penyakit. Namun, otaknya benar-benar tidak bisa menerima untuk tidur. Fibra terus saja berpikir tentang ke mana Zivanya dibawa oleh sang penculik, handphonenya berdering cukup keras. Namun, sebelum dia menekan tombol untuk menerima, matanya langsung terfokus pada video yang

