LUNA POV
Aku sangat cemas memikirkan kondisi ayahku. Ini semua karena ulah Joe yang membuat ayahku jatuh sakit. Tidak beberapa lama dokter keluar dari ruang operasi dan memberitahuku jika ayahku berhasil di selamatkan.
" Operasinya berjalan dengan lancar. Anda bisa menjenguk ayah anda"
" Terima kasih dokter telah menyelamatkan ayah saya"
Aku melihat keadaan ayah yang sedang berbaring di ranjang. Aku bersyukur karena ayah berhasil di selamatkan. Tiba - tiba ayah membuka mata dan melihatku.
" Luna, ayah sekarang dimana?"
" Ayah sekarang berada di rumah sakit"
" Apa yang sebenarnya terjadi?"
" Nanti saja Luna ceritakan. Sekarang ayah istirahat. Jangan terlalu banyak pikiran"
" Ayah ingin kau ada di sini. Ayah tidak ingin sendiri"
" Ayah tenang saja, Luna tidak akan pergi meninggalkan ayah"
" Terima kasih Luna. Kamu memang anak yang baik"
Aku senang melihat ayah yang tersenyum padaku. Hanya ayah yang aku miliki di dunia ini. Semenjak ibuku pergi, ayah yang mengurusku hingga aku menjadi wanita yang sukses.
***
JOE POV
Rasanya aku tidak bisa berhenti memikirkan kondisi ayah mertuaku. Aku merasa bersalah telah membuat beliau jatuh sakit.
Akhirnya aku memutuskan pergi ke rumah sakit untuk mengetahui keadaannya. Sesampainya di rumah sakit, dokter memberitahuku jika kondisi ayah mertuaku membaik.
Lalu aku pergi ke tempat beliau di rawat dan Luna sangat terkejut melihat kedatanganku ke rumah sakit.
" Untuk apa kau kesini?! Kau ingin membuat kondisi ayahku semakin memburuk?!"
" Aku kesini ingin menjenguk ayahmu! Kenapa kau selalu berpikiran negatif terhadapku?!"
" Karena kau suka menyakiti perasaan orang lain! Aku tidak mau kau melukai perasaan ayahku!"
" Luna, aku minta atas perbuatanku terhadap ayahmu. Aku tidak bermaksud untuk menyakitinya"
" Percuma saja kau minta maaf! Kau memang pria yang tidak punya perasaan!"
Aku hanya terdiam mendengar perkataan Luna. Aku menyadari jika selama ini aku sangat keterlaluan terhadap Luna dan ayahnya.
" Aku tidak masalah jika kau tidak memaafkanku. Tapi yang jelas, aku kesini tidak bermaksud jahat terhadap ayahmu"
" Lebih baik kau pergi dari sini! Aku tidak mau melihatmu!"
" Baiklah kalau itu maumu. Sampaikan permintaan maafku terhadap ayahmu"
Akhirnya aku pergi meninggalkan rumah sakit dengan rasa penyesalan. Aku berharap suatu saat nanti Luna dan ayahnya bisa memaafkan kesalahanku.
***
LUNA POV
Setiap kali melihat Joe, hatiku terasa sangat sakit jika mengingat perbuatannya yang sangat menyakiti perasaanku.
Rasanya aku tidak sanggup meneruskan pernikahan ini karena aku tidak ingin terus - terusan disakiti oleh Joe.
Aku ingin merasakan kebahagiaan seperti orang lain dan aku ingin membahagiakan ayahku karena hanya ayahku yang kumiliki.
***
JOE POV
Hampir seminggu aku tidak bertemu dengan Luna. Sejujurnya aku sangat merindukannya dan aku menyesal telah menyakiti perasaannya.
Aku mencoba menghubunginya tetapi tidak ada respon darinya. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah ayahnya dengan tekad yang bulat.
Saat tiba di rumah ayahnya, aku melihat Luna yang sedang bersama dengan seorang pria. Rasanya aku sangat cemburu melihat keakraban mereka.
" Siapa pria itu?!"
" Untuk apa kau kesini?!"
" Jawab pertanyaanku! Siapa pria itu?!"
" Dia teman lamaku! Puas kau!"
Tiba - tiba pria itu berusaha melindungi Luna dariku.
" Sebaiknya anda jangan berbicara kasar terhadap istri anda sendiri!"
" Apa urusanmu terhadap istriku?!"
" Itu bukan urusan anda! Yang jelas saya tidak akan membiarkan anda menyakiti Luna!"
Aku merasa jika pria ini sangat menyukai Luna dan aku tidak akan membiarkan pria ini merebut Luna dariku