BAB1: Madu Di atas luka

874 Words
Malam itu, Hujan turn membasuh Jakarta dengan amarah yang tertahan persis seperti gejolak Di d**a Arumi. Di dalam ruang tamu kediaman mewah keluarga Adiwangsa, cahaya lampu gantung Kristal yang biasanya memberikan kesan hangat ,kini terasa seperti sorot lampu interogasi yang menyilaukan. Arumi yang duduk Di sofa beludru bewarna zamrud jemarinya yang lentik meremas hujung gamis sutranya hingga main mahal itu nampak kusut masai. Di depannya, secangkir the melati yang sudah dingin dibiarkan tak tersentuh aroma harumnya kini terasa memuakkan bercampur dengan aroma harum parfum maskulin milik Reihan suaminya, Dan aroma parfum mawar yang asing Dari wanita Di setelah suaminya. Reihan, peria yang selama tiga tahun ini menjadi pelindung sekaligus pemegang kendali Di perusahaan peninggalan ayah Arumi, hanya menunduk. ia tidak berani menatap mata isteri ya. "mas, katakan sekali lagi aku ingin memastikan telingaku tidak salah dengar'' suara Arumi keluar perlahan Dan bergetar namun tajam seperti sembilu. Reihan berdeham, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya. '' Dia adalah Sheila Arumi" Dia isteri sah ku secara Siri sebelum aku mengenalmu Dan sekarang Dia sedang mengandung anakku. kalimat itu menghantam Arumi dengan lebih keras daripada petir yang menggelar Di luar, Dunia yang ia bangun dengan penuh cinta selama tiga tahun seolah runtuh seketika menyisakan puing-puing tajam yang menusuk jantungnya, ''isteri Siri??" Arumi tertawa sumbang , air mata Mula menggenang Di pelupuk mata ya. "lalu selama ini aku apa mas?'' tiga tahun kita menikah aku memberikan segalanya cintaku,hidupku bahkan TAKHTA perusahaan ayahku aku serahkan padamu kerana aku percaya padamu!!". Sheila, wanita sejak tadi diam dengan kepala tertunduk palsu tiba-tiba mengangkat wajahnya, wajahnya yang cantik dengan riasan tipisyang sengaja Di buat agar terlihat pucat Dan mengundang simpati. Namun bagi Arumi, mata wanita itu memancarkan kilatan yang sangat berbeda. "Mbak Arumi, maafkan Saya" - suara Sheila lembut namun setiap katanya terasa seperti racun yang diteteskan ke telinga Arumi " Saya tidak bermaksud merebut mas Reihan, tapi anak ini butuh sosok ayah, Dia butuh pengakuan Saya tidak punya siapa-siapa lagi Di Dunia ini selain mas Reihan. "DIAMM KAU" bentak Arumi ia berdiri dengan tubuh kementar, "jangan panggil aku mbak, kita tidak bersaudara Dan aku tidak sudi berbagi udara dengan penipu sepertimu". Reihan ikut berdiri mencoba meraih Tangan Arumi, namun Arumi menepisnya dengan kasar. "arumi tolonglah mengerti, ini masalah tanggung jawab- ucap reihan dengan nada memohon yang Di buat-buat.keluarga ku sudah tahun, ibu juga setuju jika Sheila tinggal Di sini. bagaimanapun, anak yang dikandungnya adalah darah dagingku cucu pertama Di Adiwangsa, kamu sendiri tahun kan sudah tiga tahun kita menikah Dan kamu belum bisa memeberikan tanda-tanda kehamilan!!!!!!!!.... degg.. kalimat Reihan adalah serangan telak Di bawah sabuk, Arumi merasa wajahnya seperti Di tampar berkali-kali masalah keturunan memang menjadi duri dalam pernikahan Mereka, tetapi ia tidak pernah menyangka Reihan akan menjadikannya senjata untuk melegalkan pengkhianatan ini. Arumi menatap Reihan dengan pandangan tidak percaya. peria yang ia cintai ini kini terlihat seperti orang asing yang mengerikan Di balik wajahnya yang tampan sikan santunnya ternyata tersimpan kelicikan yang luar biasa. "jadi, kerana aku belum hamil kamu membawa wanita lain masuk ke rumahku?" - Tanya Arumi dengan suara yang tiba-tiba menjadi sangat rendah Dan dingin, "ini bukan rumahmu saja, Arumi.ini rumah kita" Reihan mulai menunjukkan taringnya, nada suaranya berubah dominan, " Dan sebagai kepala keluarga aku sudah memutuskan Sheila akan tinggal Di paviliun samping, besok semula barang-barangnya akan Di pindahkan ke sana. Sheila menunduk lagi, namun Kali ini Arumi menangkap sudut bibir wanita itu terangkat sedikit, sebuah senyum kemenangan yang sangat tipis nyaris tak terlihat namun cukup untuk menyalakan api kebencian yang baru Di hati Arumi. arumi menarik napas dalam-dalam mencoba menguasai dirinya ia teringat pesan terakhir ayahnya sebelum wafat: Arumi ,perusahaan ini Dan harta ini adalah harga dirimu jangan biarkan siapapun bahkan suamimu menginjak-injaknya". jika Arumi mengusir Mereka sekarang tanpa persiapan Reihan yang memiliki posisi kuat Di dewan direksi pasti akan menyabotase perusahaan Dan mengklaim pembagian harta gono-gini yang merigikan asset keluarganya, Arumi harus bermain cantik. baik..-ucap Arumi tiba-tiba ketegasan kembali ke wajahnya meski hatinya hancur berkeping-keping. " Dia boleh tinggal Di sini mas, Dan mas boleh menikahinya secara rasmi jika itu yang mas mau". Reihan Dan Sheila tampak terkejut dengan perubahan sikap Arumi yang begitu cepat. arumi kamu serius? Reihan mendekat dengan binary lega Di mata ya. "tapi ada syaratnya,"- Arumi menatap Reihan dengan tatapan kosong namun menusuk semula kebutuhan rumah tangga Dan biaya kehamilannya harus berasal Dari kantong peribadimu Dan bukan Dari kas perusahaan atau rekening bersama kita, Dan ingat Di rumah ini hanya ada satu nyonya besar!! apapun yang terjadi posisi Sheila tidak akan pernah setara denganku". Arumi membalikkan badannya berjalan menaiki tangga menuju kamarnya tanpa menoleh lagi setiap langkah terasa berat seolah ia sedang mendaki gunung yang penuh duri. Di dalam kamar ia mengunci pintu Dan merosot ke lantai. tangisannya pecah tanpa suara,bahunya berguncang hebat, Di bawah sana ia mendengar suara tawa kecil Reihan Dan gumaman manja Sheila. malam itu, Arumi tidak hanya kehilangan suaminya, ia kehilangan kepercayaan pada Dunia. namun Di tengah isak tangisannya sebuah janji lahir Di dalam hati yang paling dalam. "jika kalian ingin bermain api Di rumahku, maka aku akan memastikan kalianlah yang akan hangups terbakar di dalamnya,nikmatilah Madu ini selagi bisa,kerana setelah ini hanya ada empedu yang kalian telan". Arumi menghapus air mata ya dengan kasar, balas dendam ini tidak akan Di mulai dengan teriakkan,melainkan dengan keheningan yang mematikan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD