Dalam balutan kebaya modern warna biru tosca, Brina menatap pantulan dirinya di cermin. Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pagi ini. Setelah kemarin dia pergi begitu saja dari rumah Brian usai mendengar ucapan ngawur laki-laki itu mengenai pernikahannya hari ini, dia semakin dibuat kaget dengan kehadiran para tetangga yang mengucapkan selamat padanya ketika sampai rumah. Belum lagi, teriakan histeris mamanya yang mengucap terima kasih karena dirinya akhirnya menikah. Brina benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana bisa dia menikah secepat ini dengan Brian? Dan orangtuanya ... kenapa mereka dengan mudahnya menyetujui permintaan laki-laki songong itu? Brina memijat pelipis. Di otaknya saat ini terus berputar kronologis bagaimana dia melarikan diri dari tempat ini. Dia tidak m

