Sabrina mengerang saat tangannya kembali berdenyut nyeri. Dia sudah duduk di depan televisi, memakai piyama dengan rambutnya yang basah. Sesampainya di rumah, tanpa menghiraukan ucapan sang mama yang memintanya sekali lagi berfoto untuk album pengantin, alih-alih mendekati sang mama yang masih terus didatangi sang tetangga untuk mengucapkan selamat kepadanya, Brina justru berderap masuk ke dalam kamar. Melucuti semua gaun yang membuat gerah itu dan segera melepas semua atributnya termasuk konde gede yang dia pakai sebelum menerjunkan diri ke bath up dan menghabiskan waktu untuk mengistirahatkan tubuh di sana. Tawa menggelegar dari arah depan terdengar, membuat telinga Brina sakit. Malam ini setelah mandi dan makan malam, dia memilih meringkuk di atas sofa malas yang ada di ruang keluarga.

