Brina menarik selimutnya lagi, merapatkan bantal untuk menutupi telinga. Kekesalannya bertambah ketika suara berisik itu masih saja terdengar, mengusik tidur nyenyaknya. Padahal, semalaman dia benar-benar tidak bisa tidur, baru subuh tadi matanya mampu terpejam. Tapi, tidurnya sudah terganggu dengan suara-suara yang ditimbulkan laki-laki songong yang mengaku suaminya. Siapa lagi kalau bukan Brian? Laki-laki itu benar-benar menguji kesabaran Brina yang terus mencoba untuk tidur. Dengan tekanan keras, Brian melesak bangun dari ranjang, hingga menimbulkan bunyi decit dari kasur yang mereka pakai. Belum lagi kesengajaan Brian yang selalu melakukan sesuatu dengan suara gaduh. Entah disengaja atau tidak, laki-laki itu menyuarakan apa yang dia lakukan. Contoh kecil saja, ketika Brian melangkah

