BAB 30 MAD?

1111 Words

Brina benar-benar tak bisa berkutik. Kenapa pria itu kembali mengusik hidupnya? Bukankah dia sudah menghilang ke kutub utara dengan wanita yang merebutnya dari sisinya. Brina muak dengan semua perasaan yang menyiksanya ini. Harusnya pria itu sudah dimakan anaconda di sungai sss atau membeku di Pegunungan Everest. Bukannya dengan pongahnya ada di sini. “Yank!” Itu suara Brian. Dan Brina baru tersadar kalau suaminya masih berada di depannya. Ketika dia mengerjapkan mata, Brina bisa dengan jelas melihat Brian yang kini tampak mengamatinya. “Itu kenapa tidak dimakan? Katanya tadi lapar.” Brian menunjuk gado-gado yang memang belum disentuhnya. Mereka memang makan di kubikel Brian. Duduk berhimpitan dengan makanan yang terhampar di atas meja kerja kecil milik Brian. “Hehehe, iya aku makan.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD