Aku mengunci mulut sepanjang perjalanan dan tersadar telah masuk ke lobi apartemen. Deva memimpin jalan menuju lift yang membawa kami naik. Lorong apartemen sepi. Kakiku berat untuk dibawa berjalan, tapi aku sudah memutuskan datang ke sini. Tidak ada kata mundur. Melarikan diri adalah solusi t***l yang membawaku pada kehancuran besar. Aku tidak akan mengulang keputusan itu. Sudah banyak kejutan yang aku terima sepanjang hari. Kehadiran Ola dan pengakuan Admiral membuat hatiku kebas. Jika ada lagi yang mau ditambahkan Deva, aku tidak akan merasakan sakit jika ditusuk tepat di jantung. Organ itu memang bekerja, tapi mendadak gagal fungsi dari kemampuan olah perasaan. “Masuk, Vhi.” Deva menguak sebuah pintu dan mempersilakan aku masuk duluan. Aku langsung menemukan dapur kecil, meja makan d

