Keep Up

1529 Words

Athar memindai isi dalam ruangan penuh ketelitian. Aku meletakan minum di meja. Athar tidak mengambilnya, padahal tadi dia bilang haus. Aku membuntuti Athar yang menjelajah ruangan lain. Kami masuk ke dalam kamar tidur utama. Suara Athar yang terperanjat mengagetkan aku. “Foto ini benar-benar dicetak? Ukurannya menakjubkan,” kata Athar. Dia mendekati ranjang untuk menyentuh foto diriku. “Kamu tahu dari mana Deva dapat foto ini?” Aku bersidekap sambil menyandarkan b****g pada meja kecil di sisi ranjang yang lain. “Dari aku, tentu aja.” “Kapan kamu foto Kakak?” Aku ingat foto ini diambil di kesempatan terakhir fitting gaun pengantin. Seingatku tidak ada momen jepret-jepret. “Aku ambil candid. Request Bang Deva.” “Kepentingan banget Deva nyuruh kamu motret Kakak tanpa izin.” Rasanya kes

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD