“Mama sama Papa jangan berantem lagi. Vano takut ….” Suara kecil Devano membuyarkan lamunan Yasa dan Nayla, dalam sedetik Nayla bahkan spontan menyingkirkan tubuh jangkung Yasa darinya. Menyeka air mata yang telah hampir mengering demi meyakinkan Devano di sebelah mereka. “Maafin mama udah bikin Vano takut. Sekarang udah gak apa-apa, Van. Mama gak akan berantem lagi.” Nayla mengusap kepala Devano. “Beneran?” Nayla mengangguk pelan. “Kalau gitu kita kembali ke hotel sekarang, ya. Om David lagi di jalan mau jemput kita,” ajak Nayla. Devano merengut, dia tampak tidak puas. Yasa sendiri geram nama itu disebut-sebut lagi oleh Nayla. “David? Jadi mereka ke sini sama David? Sialan!” Yasa berdeham, dia menekan kekesalan mendadak karena manusia itu. Yasa tahu persis tujuan David sampai ke si

