Kejujuran Menyakitkan

3035 Words

Serius? "Lo maunya diseriusin apa enggak?" Pertanyaan itu sukses membuat wajah Nayla terasa memanas, dia tersipu malu. Baru kali ini ada seorang pria bertanya padanya mengenai masa depan. Walau dia tidak tahu persis keseriusan Yasa. Tapi, entah kenapa Nayla yakin Yasa tidak seperti David. Meski kelakuannya sering menyebalkan. "Gimana saya bisa tahu kamu gak lagi nipu saya? Kamu kalau masih mimpi jangan di sini. Di rumah aja," jawab Nayla. Dia lihat bibir Yasa mulai mencebik, pria itu mungkin saja kesal. "Kalau lo gak mau, biasa aja kali ngomongnya. Gak usah ngegas. Nafsu makan gue jadi ilang!" Yasa meneguk segelas air putih di mejanya. "Ntar sore gue mau balik ke apartemen, besok paginya gue mau berangkat ke Makassar. Jadi mendingan, lo berdua manfaatin waktu yang ada sama gue. Sapa ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD