Keesokan harinya putri berangkat ke sekolah dengan mata panda, dia sama sekali tidak bisa tidur malam ini karna memikirkan surat yang di berikan oleh leo itu. Perasaan emosinya telah hilang dan berganti dengan perasaan yang merutuki dirinya sendiri karna setelah dia berfikir ulang semalaman dia menjadi merasa kalau ini adalah salahnya yang menyetujui perkataan leo yang memintanya untuk menjadi babu kemarin. "Arghhhh... Kenapa juga sih gue sampe nge iyain dia kemarin dan ngasih persyaratan aneh yang sialnya malah dia setujui!!!", Gerutunya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi di depan gerbang sekolahan sebab dia masih merasa enggan untuk masuk ke dalam karna bingung harus memberikan jawaban apa nanti kepada si b******n Leo itu. Ini masih pagi dan dia sudah sukses menjadi pusat perhati

