Sore menjelang malam Kenna dan Kinar sedang menyiapkan masakan untuk makan malam. Kenna tertawa begitu renyah ketika ia melihat Kinar menangis karena sedang memotong bawang merah. "Hahaha Kin, kamu emang jarang masak ya pas di Korea dulu?" "Hmm.. sesekali sih kak, itupun gak pake bawang karena gak kuat perih di mata sama motongnya suka ketebelan gitu. Nih kayak gini kak," ucap Kinar seraya terisak membuat Kenna semakin tertawa terbahak-bahak. "Lagian nih ya, kamu motong bawang merah lama amat. Makanya perih." "Kalau kecepetan aku takut yang keiris malah tanganku." "Yaudah sini itu biar sama kakak, kamu nyuci sayuran aja ya." "Emang kakak udah beres nyuci daging ayamnya?" "Udah dong, kakak kan orangnya cekatan," ujar Kenna dengan percaya diri. "Yaudah nih, mana sayurannya?" Ucap Ken

