19

2464 Words

Suasana yang melingkupi Radika dan Arsa ketika mereka bertemu memang tidak jauh-jauh dari kekakuan dan ketidaknyamanan. Hal tersebut pun terus berlaku hingga hari ini, dimana mereka mengatur jadwal untuk bicara empat mata di sebuah kafe. Aura dingin yang masing-masing dari mereka pancarkan untuk satu sama lain —terutama Radika— kian menambah bukti bahwa mungkin kata damai sulit untuk dicapai bersama nantinya. Namun, Arsa sudah bertekad jika dia akan segera menyelesaikan permasalahannya dengan Radika. Paling tidak, untuk dapat menata kehidupan yang lebih baik di masa depan. Ia harus menebus serangkaian dosa atas perbuatan-perbuatannya di masa lalu, termasuk pada Radika. Mungkin tidak akan mudah seperti yang terlintas dalam pikirannya. Arsa menyadari bahwa Radika menyimpan dendam besar pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD